Search
Close this search box.

340 Santri Dukung Deklarasi Bandung Menuju Zero Bullying

Ilustrasi santri./visi.news/epesantren.co.id

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Sekitar 340 santri berpartisipasi dalam “Deklarasi Bandung Menuju Zero Bullying” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung di Pondok Pesantren Nurul Iman pada Rabu (23/10/2024).

Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada tenaga pendidik di pesantren mengenai langkah-langkah pencegahan terhadap tindakan bullying. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan peningkatan layanan bagi anak yang menjadi korban kekerasan.

“Kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah atau pesantren membutuhkan perhatian yang lebih besar, mencakup pencegahan, edukasi, dan peningkatan layanan bagi anak korban kekerasan,” ujar Uum Sumiati.

Uum juga menyarankan agar para santri memiliki keberanian untuk melaporkan tindakan bullying yang mereka alami atau saksikan. “Semua pihak baik pemerintah, pengasuh pesantren, maupun santri memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani bullying,” tambahnya.

Sebagai informasi, data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bandung menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus kekerasan terhadap anak, dari 49 kasus di tahun 2020 menjadi 293 kasus pada tahun 2023. Hal ini menegaskan kebutuhan akan upaya lebih lanjut untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

Asep Saeful Gufron, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Deklarasi Bandung Menuju Zero Bullying. Menurutnya, deklarasi ini seharusnya menjadi momen untuk membawa perubahan nyata menuju lingkungan pendidikan yang terbebas dari bullying.

“Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Bandung dapat menjadi kota yang ramah anak. Mari kita jaga dan ingatkan satu sama lain dalam kebaikan demi menciptakan lingkungan yang damai dan nyaman bagi semua,” tuturnya.

Baca Juga :  Pesan Dedi Mulyadi ke Gen Z: Jangan Jadi Raja Semalam, Beli Rumah

Melalui deklarasi ini, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif dari semua pihak dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi generasi mendatang. Pemateri yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah H. Abdurahim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, serta Prof. Dr. Mubiar Agustin dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Anjar Yusdinar dari DP3AKB Jawa Barat. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :