VISI.NEWS | BANTEN – Laga panas tersaji saat Dewa United menjamu Persib Bandung di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) pukul 19.00 WIB. Pertandingan yang disiarkan langsung oleh Indosiar ini langsung berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persib Bandung yang datang sebagai pemuncak klasemen sementara dengan koleksi 64 poin langsung tampil agresif. Tim berjuluk Maung Bandung itu berulang kali menekan lini pertahanan Dewa United tanpa ampun.
Gelandang kreatif seperti Marc Klok dan Thom Haye menjadi motor serangan. Bersama Beckham Putra, mereka mencoba membongkar pertahanan lawan lewat kombinasi umpan-umpan pendek dan penetrasi dari lini kedua.
Namun dominasi Persib tak sepenuhnya berjalan mulus. Dewa United justru beberapa kali memberikan kejutan lewat serangan balik cepat. Lini pertahanan Persib yang dikawal penjaga gawang Teja Paku Alam dipaksa bekerja ekstra keras untuk meredam ancaman tersebut.
Memasuki menit ke-18, tensi pertandingan semakin meningkat. Beckham Putra harus menerima kartu kuning dari wasit setelah melakukan pelanggaran keras di luar kotak penalti Dewa United. Pelanggaran tersebut menghentikan potensi serangan balik cepat dari tim tuan rumah dan memicu protes dari para pemain Dewa United.
Serangan balik Dewa United bahkan beberapa kali nyaris membuahkan hasil, memanfaatkan celah di lini belakang Persib yang terlalu asyik menyerang. Situasi ini membuat pertandingan semakin terbuka dan penuh tensi tinggi.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, sebelumnya memang telah mengingatkan bahwa Dewa United bukan lawan yang bisa diremehkan. Ia menyebut tim lawan sebagai salah satu yang terbaik di liga meski posisinya di klasemen belum mencerminkan kualitas sebenarnya.
“Bagi saya, mereka adalah salah satu tim terbaik di liga. Mengapa posisi mereka tidak lebih tinggi, saya tidak tahu,” ujar Hodak dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyiapkan strategi untuk meredam agresivitas Persib sekaligus mengandalkan kecepatan serangan balik.
Pertandingan ini pun menjadi panggung adu taktik dua pelatih berpengalaman tersebut. Persib mengandalkan dominasi penguasaan bola, sementara Dewa United bermain lebih pragmatis dengan skema counter attack.
Dalam susunan pemain, Persib menurunkan formasi terbaiknya dengan Steven sebagai penjaga gawang, didukung lini belakang yang diisi Johnathan, Lowe, Fatari, dan Ballah. Di lini tengah, Jaja, Jenner, Sadaoui, Kambuaya, dan Messidoro menjadi penggerak serangan untuk menopang Alex di lini depan.
Sementara itu, Dewa United mengandalkan Teja Paku Alam di bawah mistar, dengan barisan belakang Rudianto, Barba, Julio Cesar, dan Reijnders. Lini tengah diisi Thom Haye dan Marc Klok yang berperan sebagai pengatur tempo, sementara lini depan dipercayakan kepada Berguinho, Alis, Beckham Putra, dan Ramon Tanque.
Laga ini menjadi sangat krusial bagi Persib yang mengusung misi wajib menang demi menjaga jarak aman dari pesaing terdekat, termasuk Borneo FC, dalam perburuan gelar juara.
Meski unggul secara posisi di klasemen, tekanan justru berada di pundak Persib. Setiap poin menjadi sangat berarti di fase akhir kompetisi.
Dengan intensitas tinggi dan jual beli serangan yang terus terjadi, pertandingan ini dipastikan menjadi tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola nasional. Para bobotoh pun dibuat tegang melihat tim kesayangannya terus menggempur, namun tetap harus waspada terhadap ancaman serangan balik mematikan dari Dewa United.