5 Pesan Satgas Covid-19, agar Liburan Nataru Tak Bikin Lonjakan Kasus

Editor Sejumlah pekerja menunggu bus di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/11/2021)./suara.com/angga budhiyanto/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Prediksi adanya lonjakan kasus Covid-19 usai libura Nataru (libur Natal dan Tahun Baru) mendapat perhatian serius dari Satgas Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa meski saat ini kasus Covid-19 masih terkendali, lonjakan kasus tetap bisa terjadi jika masyarakat abai dengan protokol kesehatan.

“Untuk itu bijaknya kita menghargai pencapaian dengan tetap mempertahankan perkembangan kasus yang baik ini, bukan malah sebaliknya bersikap lengah dan lalai, sebagaimana yang juga disarankan oleh Kementerian/ lembaga dan juga oleh DPR,” tutur Wiku seperti dikutip Suara.com dari situs resmi Satgas Covid-19.

Belajar dari pengalaman libur panjang selama 2 tahun terakhir, maka terlihat bahwa kelalaian protokol kesehatan atau kurang terkendalinya mobilitas dapat memicu lonjakan kasus.

Untuk itu terdapat 5 hal yang harus dilakukan demi mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022. Apa saja?

1. Menjalankan protokol kesehatan 3M secara konsisten

Protokol kesehatan 3M wajib dilakukan secara disiplin dan tidak terpisah-pisah dalam memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Ketiganya harus terintegrasi, mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan Covid-19.

Selain itu yang protokol kesehatan harus diterapkan di mana pun dan kapan pun selama rangkaian kegiatan dan perjalanan.

2. Menyegerakan vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 adalah tanggung jawab dalam melindungi masyarakat lain yang rentan. Dengan segera divaksin, orang-orang yang tidak bisa divaksin misalnya anak kurang dari 12 tahun ataupun orang dengan komplikasi kesehatan tertentu.

Sehingga dapat terlindungi karena menjamin lingkaran interaksi mereka dengan orang yang peluang tertularnya lebih rendah.

3. Inisiatif melakukan testing

Inisiatif melakukan testing atau pengobatan Covid-19 jika merasakan gejala mirip Covid-19 penting untuk bertujuan mencegah penularan.

Baca Juga :  Jembatan Cirahong di Atas Sungai Citanduy Ditutup Permanen untuk Kendaraan Roda 4

Dengan terdeteksi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula.

4. Ketahui risiko penularan sebelum berkegiatan

Perhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan, di mana masyarakat diimbau memilih kegiatan di luar ruang dengan durasi yang lebih singkat.

Masyarakat juga perlu mempertimbangkan urgensi untuk bepergian khususnya bagi mereka yang sedang merasa tidak dalam keadaan fit.

“Khususnya, bagi orang yang merasakan gejala maupun kontak erat kasus Covid-19 untuk tidak melakukan aktivitas luar ruang dan aktivitas perjalanan, demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita,” terang Wiku.

5. Mematuhi kebijakan yang berlaku

Selama masa pandemi, masyarakat diminta adaptif dengan penerapan ‘gas-rem’ yang ada melalui upaya terus mengikuti perkembangan kasus maupun kebijakan yang ada.

Untuk itu dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi agar kebijakan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pengendalian Covid-19.

“Terakhir, saya ingin mengajak kita semua untuk menjadikan momen libur panjang sebagai tantangan kolektif, tantangan Indonesia untuk segera terbebas dari pandemi Covid-19. Melalui segala persiapan dan kerja keras untuk menerapkannya, maka kita bersama dapat mencegah lonjakan kasus atau gelombang kasus baru lainnya,” pungkas Wiku. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemerintah Dorong Perempuan Indonesia Geluti Sains dan Teknologi

Kam Nov 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong perempuan Indonesia mau terlibat dalam bidang sains dan teknologi. “Bersama berbagai pihak kami ingin terus memajukan perempuan dan anak-anak perempuan kita untuk mau juga terlibat dalam sains dan teknologi,” kata Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Kementerian PPPA, […]