VISI.NEWS | TASIKMALAYA – Salah seorang sosok calon kepala sekolah di wilayah KCD XII yang sudah dipastikan menerima Surat Keputusan (SK) penempatan dalam waktu dekat adalah Ina Reina Susanti, SPd, M.M.Pd. Ina kini menjabat Wakasek Kehumasan di SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Ina mengatakan, dirinya siap ditempatkan dimana saja sesuai regulasi saat mengisi assessment. “Saat wawancara calon kepala sekolah siap ditempatkan dimana saja, ke sana dulu yang utamanya,” kata guru mata pelajaran matematika lulusan D-3/Akta III Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya tahun 1990 ini.
Disebutkan, hasil Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepala Sekolah bisa diimplementasikan saat melaksanakan tugas. “Ilmu yang didapat selama diklat dari 18 Agustus hingga 24 Oktober, menjadi bekal saat mengawali tugas dan itu harus disertai dengan tanggung-jawab sepenuh hati,” tutur wanita energik yang menginjak usia 52 tahun ini.
Bahkan, tambah Ina jebolan S-1 di UPI Bandung tahun 2001 ini, pengalaman selama menjadi guru mata pelajaran matematika akan dijadikan penunjang dalam mengemban amanah. “Program saya di guru mapel, yang pertama meningkatkan peserta didik dan yang kedua mengurangi kesenjangan nilai,” jelasnya
Disebutkan, di mapel sering terjadi peserta didik mendapatkan nilai dibawah minimum atau dibawah angka lima. “Inilah yang menjadi program mapel yang akan diimplementasikan saat melaksanankan tugas nanti,” kata lulusan S-2 Manajemen Pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen IMNI Jakarta tahun 2011 itu.
Bahkan, tambahnya, saat dirinya menjabat sebagai Wakasek Humas, telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk didalamnya dengan para alumni. “Yang terpenting melakukan kerjasama dalam upaya peningkatan mutu, kualitas sekolah,” tambahnya lagi.
Disamping itu, dalam upaya melaksanakan tugasnya sebagai kepala sekolah nanti, kata Ina, ada beberapa hal yang patut diteladani dari dua orang sosok idolanya, yakni sosok KCD XII Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed. dan sosok Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, Drs. H. Anda Sujana, M.Pd.
“Empati dan literasi yang selalu dicontohkan oleh Pak KCD serta tranparansi, kolabirasi juga parsitipasi merupakan titik berat yang dilakukan oleh Pak Anda,” tuturnya. Ini semua, imbuhnya, akan dijadikan patokan, rujukan disaat bertugas.
“Artinya apa yang dicontohkan sosok mereka berdua, kini mulai saya terapkan. Tidak harus menunggu SK turun, akan tetapi mulai disimulasikan dalam bekerja,” akunya.
Sementara itu, dalam penegasan secara lisan yang disampaikan Kepala KCD XII, Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed., bahwa penempatan calon Kepala Sekolah tidak didasarkan “emosional” tapi melalui tahapan yang berlaku.
“Artinya bersikap profesional sesuai aturan, itulah yang menjadi patokan. Dengan kata lain, sebagai abdi negara harus siap. Siap dalam bekerja, siap menerima amanah apapun resikonya,” pungkasnya.@bik