Search
Close this search box.

Adu Strategi Cagub Jakarta Tangani Masalah Gizi, Termasuk Cuti untuk Busui

Debat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta./visi.news/youtube kpu provinsi dki jakarta.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Debat calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta menyoroti terkait masalah kesehatan terutama problem gizi yang ada di kota metropolitan ini.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menyebut hanya 60,3 persen anak di Jakarta yang mendapatkan ASI eksklusif. Pemenuhan gizi anak salah satunya adalah dengan memberikan ASI eksklusif selama kurang lebih dua tahun untuk mengurangi risiko stunting.

Sejumlah calon gubernur menilai pemenuhan gizi anak harus dimulai sejak dalam kandungan. Mengenai pemberian ASI, mayoritas menyebut ibu bekerja harus mendapat support ruang laktasi di perkantoran.

Adapun strategi calon gubernur dalam mengatasi masalah gizi yakni:

Ridwan Kamil menyinggung pemenuhan gizi anak salah satu hal yang harus diwujudkan demi Indonesia Emas 2024. Oleh karena itu dia menekankan program yang akan diusungnya akan dimulai sejak bayi dalam kandungan.

Dirinya juga mengatakan akan memberikan cuti kepada ibu bekerja yang masih dalam masa menyusui. Selain itu memastikan setiap kantor di Jakarta memiliki ruang laktasi.

“Kombinasi peraturan dan suksesnya program makan gratis Insya Allah akan melahirkan kualitas bayi yang sehat,” ucap RK.

Dalam debat calon gubernur, Dharma Pongrekun menyebut pentingnya konsumsi daun katuk untuk ibu menyusui agar suplai ASI lancar. Dia juga menyinggung terkait ruang laktasi agar memudahkan ibu bekerja menyusui.

“Bahwa perlu di siapkan seorang ibu agar air susunya lancar itu dengan banyak makan daun katuk, sehingga tidak perlu lagi harus memaksakan di sedot air susu ibunya dan tentunya berikan lah waktu yang luas untuk seorang ibu mengasuh anaknya, ada tempat tempat yang harus di persiapkan di setiap perusahaan atau pabrik sehingga ibu bisa punya waktu menyusui anaknya dan kalaupun ibunya di berikan libur atau di berikan cuti bisa bekerja dari rumah dengan konsep getuk tural adab ibu dapat mengerjakan pekerjaanya dari rumah,” kata Dharma Pongrekun.

Baca Juga :  Humaira dan IPNU IPPNU Ajak Gen Z Tak Apatis Soal Politik dan Lingkungan

Calon gubernur nomor urut 3 Pramono Anung ini mengatakan, untuk mengatasi masalah gizi, ada sederet hal yang perlu dilakukan mulai dari pemenuhan asupan makanan sejak 1000 hari pertama kehidupan dengan tujuan mengatasi stunting.

“Harus ada yang namanya daycare yang kedua adalah ada ruang untuk laktasi, yang ketiga adalah posyandu, dan yang paling penting semua itu dilakukan untuk menjaga jangan sampai bayi tadi terkena stunting,” kata Pramono. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :