Search
Close this search box.

ALBAPSI Ancam Libur Bila Pemerintah Tidak Melakukan Intervensi Harga Daging Sapi Potong

Ketua Umum ALBAPSI Jabar, H. Yayat sumirat./visi.news/ki agus.

Bagikan :

VISI.NEWS — Aliansi Pedagang Bandar dan Pedagang Daging Sapi Indonesia (ALBAPSI) Jawa Barat mengancam akan melakukan aksi libur selama 5 (lima) hari bila Pemerintah Provinsi Jabar dan Pusat tidak segera melakukan intervensi harga daging sapi yang sekarang mengalami kenaikan perminggunya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua ALBAPSI, H. Yayat Sumirat, yang merasa prihatin bila kenaikan tersebut tidak segera di cegah. Karena akan berdampak kerugian pada penjual bakso dan rumah makan dan masyarakat kecil.

“Kebutuhan daging sapi potong di Jawa Barat, setiap satu tahun ada di angka 1.017.138 kg atau setara dengan 193.255 ton daging sapi potong,” jelas Yayat melalui telepon seluler, Selasa (9/2/2021).

Yayat menerangkan, harga daging sapi potong sebelumnya hanya Rp88 ribu, meningkat di harga Rp94 ribu. Sekarang untuk daging sapi potong kulitas bagus menjadi Rp120-Rp125 ribu. Sementara yang kulaitasnya sedang mencapai Rp110 ribu.

Kenyataan harga inilah yang dikwatirkan menjadi penyebab kerugian bagi pedagang bakso dan rumah makan. Apalagi sebentar lagi masyarakat akan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri, dia merasa masalah itu harus segera diantisipasi pemerintah. Mengingat di masa pandemi Covid 19 ini, daya beli masyarakat cukup rendah.

Untuk tingkat kerawanan lainnya, diungkapkan dia, perusahaan-perusahaan akan gulung tikar dan akan banyak karyawan yang di PHK. Sehingga bisa mengancam pedagang sapi potong di pasar-pasar tradisional.

“Kami dari ALBAPSI jabar dan ALBAPSI Jakarta, meminta kepada pemerintah Provinsi Jabar dan Pusat
untuk memberikan solusi dengan melakukan importasi sapi potong dan siap potong atau trading untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan daging sapi,” ujar dia.

Yayat menolak importasi daging sapi beku, alasanya secara psikologis tidak cocok dengan masyarakat dan lebih cenderung menyukai daging sapi potong segar. Serta tak terbiasa mengkonsumsi daging sapi beku.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan di Jelekong, Polsek Baleendah Buru Pelaku

Importasi daging sapi potong itu, lanjut dia, bisa melalui Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Bulog dan Departemen Pertanian Jawa Barat untuk segera mengintervensi melakukan impor sapi potong trading yang didistribusikan ke Rumah Potong Hewan.

Dengan demikian harga jual sapi potong dipasaran bisa di harga Rp100 ribu untuk konsumsi masyarakat, termasuk rumah makan, pedagang bakso, dan pedagang sayuran keliling antar kampung. Selanjutnya kebutuhan menjelang puasa dan lebaran bisa terpenuhi yang tadinya hanyan153.255 ton daging sapi potong akan meningkat menjadi 3-4 kali lipat karena harganya dapat terjangkau.

“Kami mengapresiasi upaya Gubernur Jawa Barat yang akan melakukan impor sapi dari NTB 1000 ekor. Tentunya selain bisa lama tapi tidak akan menutupi masalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu,” jelas dia.

Kalau divisualisasikan secara signifikan, kebutuhan daging sapi potong lokal hanya berpatok di 30%, sisanya yang 70% diharapkannya dari impor. Supaya bisa dilakukan penyesuaian harga dipasaran sesuai dengan harga beli masyarakat saat ini.

Yayat sudah melakukan koordinasi dengan Aliansi lainnya, dan sepakat akan melakukan libur dagang selama 5 hari. Bila pemerintah tidak mengambil tindakan. Tujuannya agar masyarakat tahu kalau sekarang harga daging sapi potong ada kenaikan.

Apa bila Gubernur Jawa Barat pusat tidak memberikan jawaban yang pasti tentang bagaimana menekan laju kenaikan harga daging yang hampir setiap minggu itu naik terus, dia menegaskan akan segera merealisasikan rencananya untuk libur berjualan.

“Sebagai Ketua Umum ALBAPSI Jabar, saya meminta maaf bila dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan tak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging sapi potong. Dan harus hilahg dari pasaran,” pungkas dia. @qia.

Baca Berita Menarik Lainnya :