Antisipasi Bencana, BNPB Imbau Aktifkan Kembali Siskamling

Editor :
Kepala BNPB, Doni Monardo meminta daerah rawan bencana untuk bisa menggerakkan kegiatan masyarakat seperti sistem keamanan lingkungan (siskamling)./foto/sindonews/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta daerah rawan bencana untuk menggerakkan kegiatan masyarakat seperti sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Doni mengatakan, kegiatan siskamling ini yang menyelamatkan masyarakat di Alor Nusa Tenggara Timur dari kejadian bencana akibat cuaca ekstrem dampak siklon tropis seroja.

“Kemudian beberapa pelajaran menarik yang bisa kita petik dari kejadian ini adalah ketika ada curah hujan lebih dari 3 jam, kemudian mereka yang berada di posisi yang risikonya tinggi,” kata Doni Monardo.

“Yang antara lain misalnya berada di bawah tebing, kemudian berada di wilayah aliran sungai, atau di berada di wilayah lembah-lembah yang relatif merupakan kawasan yang rendah, maka sebaiknya dilakukan sebuah kegiatan seperti siskamling secara bergantian, ada piket. Karena ini akan membantu memberikan informasi kepada warga agar siap siaga,” tambahnya.

Doni pun meminta wilayah rawan bencana segera melakukan evaluasi mandiri agar tetap siaga bencana.

“Dan khusus daerah-daerah (rawan bencana) maka sudah harus ada evaluasi mandiri yang dilakukan oleh warga berdasarkan arahan dari Kepala Desa atau ketua RT dan RW,” ungkapnya.

Doni juga menceritakan, ada peristiwa menarik di Alor di mana Ketua RT pada dini hari sebelum terjadinya banjir bandang telah memberitahukan warga agar mengungsi di tempat yang tinggi.

“Adalah menarik di salah satu tempat di Alor, di mana ketua RT-nya pada dini hari sekitar pukul 3.00, itu membangunkan warga untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Ketika sekitar jam 5 dini hari terjadi banjir bandang mereka semua berada di tempat yang lebih tinggi sehingga selamat tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Pelajaran ini kata Doni, tentunya harus dijadikan referensi bagi seluruh pimpinan yang ada di daerah sampai dengan tingkat RT dan RW.

“Termasuk juga tentunya mewaspadai pohon-pohon yang relatif gampang atau mudah patah untuk mengurangi risiko,” katanya.

Doni mengatakan hal-hal teknis ini harus sering diingatkan.

“Biasanya kalau seandainya satu kali dua kali mungkin sering lupa. Tetapi kalau sering disampaikan secara terus -menerus dan berulang-ulang ini akan menjadi budaya, akan menjadi kebiasaan,” jelasnya.

“Apalagi kita semua tahu bahwa peristiwa itu kemungkinan bisa terjadi pada periode tahun-tahun yang akan datang. Bukannya di NTT tetapi di banyak wilayah Indonesia lainnya,” paparnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Piala Menpora: Sudah Kembali ke Persib, Supardi Takjub dengan Pemain Muda

Kam Apr 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kapten Persib Bandung , Supardi Nasir kembali bergabung latihan bersama rekan-rekannya di tim pada Rabu (7/4/2021) di Stadion GBLA, Kota Bandung untuk persiapan babak 8 besar turnamen Piala Menpora 2021. Supardi absen selama babak penyisihan di Grup D turnamen Piala Menpora karena menempuh kursus lisensi kepelatihan di […]