Search
Close this search box.

Anton Charliyan: Kebersamaan dan Disiplin Kunci Atasi Pandemi Covid-19

Anton Charliyan./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS – Mantan Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan merasa prihatin melihat kondisi bangsa dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Padahal berkaca dari negara lain, rasa kebersamaan dan disiplin merupakan kunci untuk mengatasi pandemi ini.

“Mari bersama seluruh relawan bersatu dan fokus untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan dalam memerangi Covid-19 ini,” ungkapnya dalam leterangan tertulis yang diterima VISI.NEWS, Jumat (9/7/2021)

Presiden Jokowi, ungkapnya lebih lanjut, telah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, terutama di wilayah Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli 2021. PPKM ini sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19 yang tengah merebak di Indonesia. Pro dan kontra di tengah masyarakat pun merebak. Itu hal biasa.

“Tujuan pemerintah memberlakukan PPKM itu kan jelas sekali, untuk mencegah lonjakan pandemi Covid-19 yang mengancam keselamatan individu & masyarakat Indonesia, termasuk diri kita semua, terutama munculnya Covid-19 varian baru.” ujarnya,

Namun ternyata, lanjutnya, masih ada kelompok yang kontra dengan gencarnya mempengaruhi masyarakat agar menentang kebijakan PPKM Darurat tersebut. Bahkan, kelompok yang kontra tersebut mengkaitkannya dengan kepentingan politik tertentu. Komentar miring pun dilontarkan.

“Pro dan kontra soal ada tidaknya virus corona maupun terhadap kebijakan penerapan PPKM Jawa-Bali, menurut saya, itu hal biasa. Namun yang membuat saya prihatin, yakni adanya kelompok tertentu yang memprovokasi masyarakat untuk tidak percaya adanya Covid-19 dikaitkan dengan agama, sehingga menentang kebijakan PPKM yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan Covid 19 tersebut,” ujarnya.

Anton mengatakan bahwa Covid-19 memang benar adanya, real bukan hoax dan melanda seluruh negara di dunia. Ketika masyarakat tidak percaya, maka hal itu merupakan sebuah kebodohan dan ketidakwajaran. “Siapa pun yang memprovokasinya sama juga dengan menggiring ke arah pembodohan yang menyesatkan. Padahal ilmu dan agama tercipta untuk memerangi kebodohan. Makanya dalam agama Islam ayat pertama yang turun adalah Iqro – bacalah. Ini mengisyaratkan agar manusia terbebas dari kebodohan. Kemudian apabila masyarakat tidak mematuhi apalagi menentang protokol kesehatan atau prokes dampaknya sangat besar,” ujar pria yang akrab disapa Abah Anton ini.

Baca Juga :  Perhutani KPH Pekalongan Barat Sosialisasikan Skema Baru Dana Pensiun

Ia mengajak untuk mengambil
contoh di India. Festival keagamaan Kumbh Mela di Sungai Gangga di wilayah utara Kota Haridwar dikunjungi oleh lima juta peziarah Hindu yang datang dari berbagai daerah di India. Sebagian besar yang datang ke acara itu tidak mengenakan masker. Setelah berendam di Sungai Gangga ternyata lebih dari 200.000 kasus baru bertambah dalam tempo 24 jam. Sampai hari ini total yang terinfeksi menjadi 13,9 juta di seluruh negeri India. Angka kematian turut bertambah 1.027, menjadi 172.085 korban jiwa.

“Pada mulanya, mereka percaya bahwa Maa (ibu) Gangga akan menyelamatkan mereka dari pandemi ini, tapi kenyataannya terbalik 180 derajat,” tandas Anton.

Karena itu, ia tidak mau kejadian di India akan menimpa pula di Indonesia, experience is the best teacher, terutama karena ketidakdisiplinan masyarakat untuk mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah.

Mantan Kadiv Humas Polri ini meminta kepala seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh masyarakat maupun tokoh agama, agar mendukung langkah pemerintah dalam upaya mencegah penularan pandemi Covid-19 di Indonesia baik itu vaksinasi massal, protokol kesehatan atau PPKM dan upaya lainnya.

“Bagi yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, misalnya soal vaksinasi atau PPKM mikro/darurat, terutama dari tokoh masyarakat maupun tokoh agama dari kelompok tertentu, atau siapapun juga agar menahan diri untuk tidak melontarkan ucapan ucapan yang justru dapat memprovokasi masyarakat, yang kemudian menghambat langkah pemerintah mencegah terjadinya lonjakan pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Al Itihadu Quwatun, lanjut Anton, sesungguhnya kekuatan itu ada di dalam kebersamaan, ada didalam persatuan, serta adanya self diciplin for all – disiplin pribadi masing-masing individu sebagai kunci sukses keberhasilan kita semua. @mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :