VISI.NEWS | BANDUNG – Saat anak tiba-tiba lemas dengan pandangan kosong, orang tua tentu merasa cemas. Kondisi ini bisa terjadi pada anak usia berapa pun dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan saraf hingga masalah jantung.
Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan anak mengalami gejala ini antara lain:
1. Epilepsi
Gangguan listrik di otak yang dapat memicu kejang ringan hingga pandangan kosong sementara.
2. Gangguan Saraf atau Otot
Misalnya cerebral palsy, yang dapat memengaruhi kekuatan otot dan koordinasi tubuh.
3. Gangguan Jantung
Aritmia atau ketidakteraturan denyut jantung bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, sehingga anak tampak lemas.
4. Kekurangan Nutrisi
Anemia atau malnutrisi dapat membuat anak tampak lesu dan lemah.
5. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan bisa menyebabkan pusing, lemas, dan bahkan perubahan kesadaran.
6. Kelelahan Ekstrem
Kurang tidur atau aktivitas fisik yang berlebihan bisa membuat anak tampak kelelahan dan sulit fokus.
Salah satu penyebab serius dari kondisi ini adalah aritmia, gangguan sistem listrik jantung yang menyebabkan denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
Menurut dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.J.P Subsp.Ar (K), FIHA, laju nadi normal anak berkisar antara 50–100 kali per menit. Jika denyut jantung di luar rentang tersebut dan disertai gejala seperti:
- Lemas tanpa sebab yang jelas
- Pandangan gelap atau berkunang-kunang
- Jantung berdebar tiba-tiba
- Pingsan mendadak
maka kemungkinan anak mengalami aritmia. Dalam beberapa kasus, aritmia sudah terdeteksi sejak bayi dan bisa ditangani dengan alat pacu jantung atau prosedur kateter ablasi.
Jika anak mengalami gejala lemas dan pandangan kosong yang terjadi berulang kali, segera periksakan ke dokter. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Jangan abaikan tanda-tanda ini, karena kesehatan anak adalah prioritas utama! @ffr