VISI.NEWS | SUKABUMI – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi mulai melakukan gerakan mengumpulkan satu butir telur. Telur-telur yang terkumpul nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sebagai salah satu upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kota Sukabumi.
“Satu pegawai satu telur ayam merupakan peran serta [ASN] Setda dalam menurunkan angka stunting. Setiap bulan akan didistribusikan ke Posyandu-Posyandu,” kata Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut Bobby menyampaikan pada 2024, Pemerintah Kota Sukabumi beserta berbagai pemangku kepentingan telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting hingga 19,2 persen. Gerakan pengumpulan telur untuk dibagikan kepada masyarakat merupakan upaya lanjutan untuk mewujudkan angka prevalensi stunting nol persen.
Selain gerakan mengumpukan telur, terdapat gerakan ASN menabung sampah anorganik di Bank Sampah Induk Kota Sukabumi (Bank Sammi), selain menjadi bagian penuntasan permasalahan sampah dari hulu, bertujuan pula untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar memanfaatkan keberadaan Bank Sammi dalam pengelolaan sampah. Ia menambahkan pengumpulan sampah ini akan dilakukan setiap minggu.
“Jadi semua pegawai membawa sampah plastik dari rumah masing-masing, ditambah dengan sampah yang ada di kantor. (Setda) ini terdiri dari beberapa bagian, masing- masing bagian, di kantong sampahnya diberi nama, kemudian ditimbang, dan diberi reward dari aplikasi Bank Sampah, sehingga setiap bagian punya saldonya masing-masing,” pungkasnya.
Ia mengharapkan gerakan ini akan ditiru pula oleh perangkat daerah lainnya. @andri












