Search
Close this search box.

Atasi Kenakalan Remaja, Bupati Bandung Gandeng Polresta

Bupati Bandung dan Kapolresta Bandung sosialisasi cegah aksi kenakalan remaja di SMAN 1 Baleendah./visi.news/gustav viktor rizal

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG
– Maraknya pemberitaan terkait kenakalan remaja seperti aksi kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, free sex ,dan kontaminasi ajaran menyimpang sangat menyita perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung.

Menyikapi hal itu, Pemkab Bandung menggandeng Polresta Bandung untuk berkolaborasi mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, sebagai langkah preventif untuk menekan aksi-aksi melenggar hukum yang dilakukan remaja usia transisi tersebut.

Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna berpendapat, orangtua, guru, dan lingkungan sangat berperan penting dalam pembentukan karakter remaja. Mengingat, di usia tersebut para remaja akan mencari jati diri dan mencoba hal-hal baru.

“Masa remaja biasa disebut juga masa pubertas. Perubahan ini juga yang berdampak pada kepribadian remaja yang menjadikan mereka berani untuk mencoba berbagai hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Tentunya di tahap inilah orangtua memiliki peran vital terhadap tumbuh kembang seorang anak agar tidak terhanyut oleh modernisasi zaman,” ujarnya seusai bertindak sebagai Inspektur Upacara di SMAN 1 Baleendah, Senin (30/01/2023).

Di hadapan para pelajar, Bupati yang akrab disapa Kang DS juga mengingatkan bahaya pernikahan di bawah umur. Pasalnya, pernikahan dini merupakan salah satu penyumbang kasus stunting.

“Beberapa pekan terakhir kita dikejutkan dengan banyaknya permohonan dispensasi nikah yang diajukan remaja. Padahal perkawinan di bawah umur sangat berisiko bagi ibu dan calon bayi. Oleh karenanya, diperlukan edukasi kepada remaja tentang kesiapan menikah,” katanya.

Selain menikah di usia matang, bupati juga mengajak para remaja perempuan untuk mencegah stunting sedini mungkin, di antaranya dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) sebanyak 1 tablet per minggu bagi remaja putri, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari serta menerapkan pola makan sesuai pedoman gizi seimbang.

Di samping itu, Bupati menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas bersama Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Ridwan Bae Usul Sistem Transportasi Terpadu di Bali

Di tempat yang sama, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo berharap, sosialisasi tersebut dapat mencegah tawuran pelajar dan tindak kriminalitas lainnya sehingga angka pelanggaran hukum yang dilakukan pelajar bisa ditekan.

“Kami juga menyosialisasikan bahaya narkoba serta cara bijak bermedia sosial. Harapan kami bahwa anak – anak generasi mendatang ini bisa menjadi harapan Bapak Presiden yakni Mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkas Kusworo. @gvr

Baca Berita Menarik Lainnya :