VISI NEWS | SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan rencana percepatan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur. Ia menjelaskan, program pembangunan akan dipercepat dalam kurun waktu lebih singkat, sebagai strategi efisiensi anggaran.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan menarik rencana pembangunan yang semula diproyeksikan selama delapan tahun agar bisa direalisasikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Semua akan ada perubahan, termasuk infrastruktur, pembangunan 8 tahun kedepan bisa dikerjakan dalam tempo 2-3 tahun kedepan,” ujarnya, Sabtu (17/4/2026).
Dia menjelaskan, harga material saat ini masih relatif lebih murah dibandingkan beberapa tahun ke depan. Menurut dia, harga material akan dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Seperti naiknya harga BBM non-subsidi yang berpotensi memicu lonjakan harga material bangunan.
“Kita akan Tarik pembangunan ini, kenapa? ada satu keuntungan, barang hari ini jauh lebih murah, dibanding dengan barang-barang pengadaan di 8 tahun yang akan datang. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur untuk 8 tahun kedepan kita akan tarik, untuk memberikan satu efisiensi dalam pembangunan, karena harga akan jauh lebih mahal. Contoh hari ini sudah ada kenaikan BBM non subsidi tentu saja ini akan dibarengi dengan kenaikan-kenaikan material,” ujarnya.
Ia menegaskan, strategi ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Sukabumi, baik dari sisi percepatan pembangunan maupun efisiensi biaya.
“Oleh karena itu kita harus ada strategi di Kota Sukabumi membangun lebih cepat, itu akan menguntungkan untuk masyarakat Sukabumi,” pungkasnya. @andri