Search
Close this search box.

Bangkai Kapal Ditemukan, Anak Pelatih Klub Valencia Jadi Korban KM Putri Sakinah

Petugas SAR mengevakuasi bangkai kapal KM Putri Sakinah yang ditemukan di Perairan Pedde, Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (6/1/2026)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | LABUAN BAJO — Proses identifikasi forensik mengungkap fakta baru dalam tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pedde, Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Satu jasad yang ditemukan bersama bangkai kapal dipastikan merupakan anak dari pelatih tim B Sepak Bola Wanita Valencia, Spanyol, Fernando Martin Carreras.

Bangkai kapal KM Putri Sakinah ditemukan pada Selasa (6/1) sekitar pukul 14.30 Wita oleh nelayan setempat di Perairan Pedde. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan yang kemudian melakukan evakuasi ke Labuan Bajo.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan identitas korban berhasil dipastikan melalui proses Disaster Victim Identification (DVI) yang dilakukan secara menyeluruh.

“Berdasarkan hasil identifikasi DVI, korban dipastikan berjenis kelamin laki-laki, berusia 10 tahun, dan merupakan warga negara asing asal Spanyol yang menjadi korban dalam kecelakaan laut KM Putri Sakinah,” ujar Henry dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1) malam.

Menurut Henry, penetapan identitas korban dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem oleh Tim DVI Polda NTT, Polres Manggarai Barat, bersama tim medis RSUD Komodo. Meski kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut, tim menemukan bukti primer yang kuat.

“Tim DVI menemukan sejumlah ciri medis dan odontologi, termasuk adanya gigi palsu di bagian geraham, yang menjadi dasar kuat penetapan identitas korban,” jelasnya.

Berdasarkan data manifest penumpang kapal, korban diketahui merupakan anak dari Fernando Martin Carreras yang turut berada dalam kapal saat kecelakaan laut tersebut terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, Polda NTT menegaskan komitmennya untuk menghormati hak dan martabat korban, khususnya karena korban merupakan anak di bawah umur.

Baca Juga :  Mori Hanafi: Pembatasan Angkutan Barang Jelang Lebaran Efektif Lancarkan Arus Lalin

“Kami menghormati permintaan keluarga agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi visual maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan perlindungan korban anak,” kata Henry.

Selain jasad korban, bangkai KM Putri Sakinah juga ditemukan di lokasi yang sama dan telah diamankan. Proses evakuasi dan pemeriksaan lanjutan masih dilakukan oleh pihak berwenang guna mendalami penyebab kecelakaan laut tersebut. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :