VISI.NEWS | JAKARTA — Bank DBS Indonesia menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui Laporan Keberlanjutan 2025, menyoroti strategi bisnis dan operasional yang dijalankan melalui tiga pilar utama: Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.
Presiden Direktur Lim Chu Chong, dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Kamis (21/6/2026), menjelaskan, “Keberlanjutan bagi DBS Indonesia tidak sekadar pelengkap strategi, melainkan bagian dari cara kami membiayai, beroperasi, dan menciptakan dampak sosial yang nyata. Kami berkomitmen menjadikan pertumbuhan inklusif dan tangguh sebagai fondasi operasi bank.”
Sorotan utama Laporan Keberlanjutan 2025:
1. Perbankan Bertanggung Jawab: Pembiayaan Hijau dan Inklusif
- Portofolio pembiayaan usaha berkelanjutan (KKUB) mencapai lebih dari Rp15,6 triliun, meningkat signifikan dibanding Rp14,1 triliun pada 2024.
- Pinjaman ESG untuk UMKM dan individu berpenghasilan rendah: Rp3,8 triliun, dengan modal kerja sebesar Rp70 miliar, serta Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) 6,97%.
- Investasi berkelanjutan: reksa dana ESG Rp148 miliar, obligasi hijau Rp1 triliun, menunjukkan permintaan tinggi terhadap instrumen pendapatan tetap berkelanjutan.
- Advokasi dan advisory: kerjasama dengan Kementerian ESDM, PT PLN, IEA, dan 50+ organisasi untuk mempercepat implementasi **Battery Energy Storage System (BESS)** 10 GW sesuai Rencana Bisnis Pasokan Listrik 2025–2034.
2. Praktik Bisnis Bertanggung Jawab: Operasional dan Tata Kelola
- Pengurangan emisi GRK operasional 17%, dengan konsumsi energi 8.397 MWh, termasuk 213 MWh energi terbarukan dan pembelian 8.500 MWh Sertifikat Energi Terbarukan (REC).
- Tata kelola ESG dan keamanan digital diperkuat melalui sistem anti-fraud, token digital aman, dan kampanye edukasi nasabah “Behind the Scam”.
- Peningkatan kapabilitas karyawan dalam AI: lebih dari 826 karyawan menjalani pelatihan ulang untuk kesiapan transformasi digital.
3. Dampak Melampaui Perbankan: Pemberdayaan Sosial
- DBS Foundation mendukung lebih dari 141.000 individu rentan dengan dana lebih dari SGD18,2 juta sejak 2024.
- Bantuan bencana Aceh dan Sumatera Barat: lebih dari Rp6 miliar untuk 10.400 individu dan 1.700 keluarga terdampak banjir dan tanah longsor.
- Hibah Business for Impact (BFI) senilai SGD850.000 untuk wirausaha sosial seperti DoctorTool, Nazava Water Filters, dan Parongpong RAW Lab.
- Fokus ageing society: program “Impact Beyond Dialogue” untuk meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi populasi menua.
- Ketahanan pangan: Program FEAST! dan Food Rescue Warrior menyediakan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada 62.400 individu, menyelamatkan 425.600 kg limbah makanan.
- Kerelawanan karyawan meningkat 12% dengan 54.800 jam kontribusi, termasuk pelatihan soft skill untuk 2.700 siswa SMK dan mahasiswa.
Pengakuan dan Penghargaan
- Euromoney Awards for Excellence: World’s Best Bank for Corporate Responsibility (2023) & Asia’s Best Bank for Corporate Responsibility (2023, 2025).
- Global Finance Sustainable Finance Awards 2025: Bank Terbaik untuk Pembiayaan Berkelanjutan (Global dan Asia).
- Global Finance: Bank Teraman di Asia selama 15 tahun berturut-turut.
- ESG Index: Bloomberg Gender-Equality Index, RobecoSAM Sustainability Award, Dow Jones Sustainability Index (DJSI) Asia Pasifik, dan CDP.
- KEHATI ESG Award 2025: Kreditur Terbaik – Sektor Pembiayaan Utang & Proyek di Indonesia.
@uli