VISI NEWS | KAB. BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V Fraksi PKB, Humaira Zahrotun Noor, menyoroti serius insiden bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin. Ia menilai kejadian tersebut bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan peringatan keras terhadap lemahnya implementasi sistem keselamatan pasien.
Menurutnya, peristiwa di fasilitas kesehatan rujukan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan paling mendasar terhadap pasien masih dapat mengalami kegagalan.
“Ini bukan hanya soal kesalahan teknis. Ini menyangkut identitas dan keselamatan manusia sejak awal kehidupan, yang seharusnya dijaga secara ketat tanpa kompromi,” ujarnya pada Jumat (10/4/2026).
Humaira menegaskan bahwa prosedur identifikasi pasien merupakan aspek fundamental dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penjelasan yang hanya bertumpu pada faktor situasional, seperti tidak adanya respons dari orang tua, dinilai tidak cukup untuk menjelaskan terjadinya insiden tersebut.
Ia mengingatkan bahwa dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien, setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib menerapkan standar keselamatan pasien secara menyeluruh. Regulasi tersebut menempatkan ketepatan identifikasi pasien sebagai bagian penting dalam mencegah kesalahan, sekaligus menekankan bahwa komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga merupakan kunci dalam menjaga keselamatan.
Lebih lanjut, Humaira menilai bahwa pendekatan yang menyederhanakan kejadian sebagai human error berisiko menutup kemungkinan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola pelayanan kesehatan.
“Perlu dilihat apakah ada kelemahan dalam pengawasan, kepatuhan terhadap prosedur, atau bahkan dalam sistem yang berjalan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan standar keselamatan pasien, termasuk penguatan peran kepemimpinan, peningkatan kualitas komunikasi, serta edukasi kepada pasien dan keluarga. Evaluasi tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Di sisi lain, Humaira menyampaikan keprihatinan mendalam serta dukungan moral kepada keluarga yang terdampak. Ia berharap kejadian ini tidak menimbulkan trauma berkepanjangan dan dapat segera ditangani dengan baik.
“Kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan hanya dapat dijaga jika sistem yang ada benar-benar akuntabel, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tutupnya. @Ihda