VISI.NEWS – Dalam masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, Stasiun Kereta Api Indonesia (KAI) Bandung (BD) tiap hari memberangkatkan satu kereta jarak jauh yaitu Kereta Argo Wilis tujuan Stasiun Gubeng (SGU) Surabaya, dengan waktu pemberangkatan pukul 08.10 WIB dan akan tiba di tujuan pukul 18.53 WIB.
“Penumpang kereta api pada masa larangan mudik hanya dikhususkan untuk perjalanan dinas dan biasanya perhari itu hanya membawa penumpang tidak sampai 50% kapasitas tempat duduk. Kami juga tidak memberangkatkan kereta lokal. Biasanya, kereta lokal itu di Stasiun Kiaracondong,” ungkap seorang petugas loket pendaftaran genose dan rapid test kepada VISI.NEWS di Stasiun Bandung, Jumat (14/5/2021).

Untuk perjalanan kereta api dalam masa pelarangan, dari pantauan VISI.NEWS, calon penumpang kereta api diharuskan melengkapi persyaratan yang diharuskan yaitu keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan melalui genose / rapid test antigen dan surat perjalanan dinas dari perusahaan / dinas terkait.
Sebelum pemberangkatan, kepada calon penumpang dilakukan tes genose dengan cara tarik nafas dua kali. Setelah itu tarikan nafas yang ketiganya langsung ditiupkan ke plastik yang telah disediakan. Lalu kunci plastik tersebut, dan hasil test genose akan keluar kurang dari lima menit, atau lebih cepat dibandingkan rapid tes antigen.
Setelah itu dilanjut pengecekan verifikasi dokumen dengan memperlihatkan surat keterangan genose ataupun rapid tes dengan hasil negatif Covid-19. Kepada calon penumpang petugas juga memeriksa surat perjalanan dinas dari perusahaan swasta atau instansi pemerintah. Jika pengecakan verifikasi lengkap diberikan surat keterangan lolos verifikasi dokumen.
Saat ditanya mengenai penyebab gagalnya verifikasi dokumen, seorang petugas verifikasi di Stasiun Bandung mengatakan, “Adapun yang tidak lolos verifikasi dokumen biasanya dari surat perjalanan dinas, tapi kebanyakan yang lolos”.
Terlebih, kata petugas tersebut, jumlah penumpang kereta api sendiri terbilang cukup sedikit tiap hari itu dikarena dalam masa pelarangan mudik. ” Setiap pemberangkatan jumlah penumpangnya berkisan antara 30 sampai 50 penumpang saja, ” jelasnya.

Kepada penumpang yang lolos verifikasi dokumen akan diberikan masker gratis, namun berbeda dengan awal pandemi, penumpang yang biasanya di berikan face shield, kali ini tidak.
“Sejak bulan April dikarenakan aturan baru yang biasanya diberikan face shield sekarang dihentikan dan diganti dengan masker”. Kata Novi, salah seorang Pramugari Kereta Api.


Restoran KA Sepi
Sedikitnya jumlah penumpang KA terutama sejak diberlakukannya pelarangan mudik berdampak pada sepinya restoran. Meski di restorasi KA ini sudah dilakukan promo, namun tidak berdampak signifikan terhadap omsetnya.
“Selain ada promo untuk pemesanan juga kan sudah bisa lebih mudah menggunakan aplikasi lokomart. Namun untuk sementara pemesanan makanan di aplikasi lokomart sedang ditutup. Pemesanan makanan bisa langsung ke kereta restorasi/makanan,” jelas Novi.
@m purnama alam