Berdampak Banjir, RT di Desa Bumi Wangi Minta Pemkab Bandung Evaluasi Izin Perumahan

Jalan yang masih berlumpur akibat banjir di kawasan Desa Bumi Wangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/10/2020)./visi.news/yusup supriatna
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Adanya beberapa pembangunan perumahan yang dilaksanakan para pengembang di sekitar kawasan Beko di Desa Bumi Wangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat diharapkan dievaluasi lagi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bandung.

Hal tersebut disampaikan Wawan Sugandi selaku ketua RT 03/RW 04, Desa Bumi Wangi, Kecamatan Ciparay. Kata dia,  khususnya kepada dinas terkait yang mengeluarkan dan memberikan izin, harus seleksi dan memperketat dalam pemberian izin kepada para pengembang yang akan membangun perumahan di kawasan itu.

“Saya tegaskan, selaku ketua RT bersama warga disini menolak keras adanya pembangunan kembali perumahan di kawasan ini,” tegas Wawan kepada VISI.NEWS, Minggu (25/10/2020) siang.

Menurutnya, sudah ada beberapa pemborong yang menemuinya terkait pembangunan perumahan ini. “Saya tetap konsisten, bersama warga tidak akan memberikan izin tersebut,” tuturnya.

Alasannya penolakan tersebut, lanjut Wawan, para pengembang tidak memperhatikan dampak lingkungan terhadap masyarakat.

“Sekali lagi saya mohon, kepada pemerintah jangan seenaknya mengambil kebijakan dengan memberikan izin, yang hasilnya merugikan warganya,” keluhnya.

Sambung dia, sudah beberapa kali pengembang selalu datang dan menemuinya. Salah satu contohnya, pengembang datang untuk meminta izin, karena sudah mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Setelah saya laporkan ke LH Jawa Barat, hasilnya dipending juga. Sekarang datang lagi para pengembang baru. Kurang lebih ada dua pengembang yang mau membangun di daerah lingkungan Bumi Wangi Lestari ini, ” jelasnya.

Wawan menambahkan, para pengembang disini kebanyakan membangun perumahan type 21 dan 36. “Sekali lagi sikap kita jelas, tidak akan memberikan izin,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di kawasan itu terdampak banjir akibat meluapnya irigasi yang ada di awasan tersebut. Akibat luapan irigasi di kawasan tersebut, sedikitnya 152 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.@yus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkab Bandung Segera Tetapkan Status Darurat Bencana

Sen Okt 26 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung segera lakukan rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung Hendra Hidayat di sela-sela kegiatan Ngawangkong Bari Ngopi di Halaman Gedung Capetang, Soreang, beberapa […]