VISI.NEWS | SUKABUMI – DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Sukabumi menyoroti sejumlah isu ketenagakerjaan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.
Ketua DPC Sarbumusi Sukabumi, Usman Abdul Fakih, mengatakan organisasinya banyak menaungi pekerja dari berbagai sektor, mulai dari buruh pabrik, guru honorer, pekerja informal, sopir hingga pelaku UMKM.
Menurut Usman, salah satu perhatian utama Sarbumusi bagi buruh pabrik adalah soal fasilitas ibadah di lingkungan perusahaan. Ia menilai masih ada pekerja yang kesulitan menjalankan ibadah karena terbatasnya waktu istirahat dan minimnya fasilitas yang tersedia.
“Kita lebih cenderung ke fasilitas ibadah. Bagaimana caranya perusahaan-perusahaan besar memberikan fasilitas ibadah yang memadai. Jangan sampai jam istirahat cuma satu jam dan kawan-kawan di pabrik tidak bisa beribadah,” ujarnya.
Selain itu, Sarbumusi juga meminta pemerintah memperhatikan komposisi tenaga kerja dalam penyediaan lapangan pekerjaan. Menurutnya, dominasi pekerja perempuan di sejumlah sektor dinilai berdampak terhadap kondisi keluarga dan pengasuhan anak.
Sarbumusi juga menaruh perhatian terhadap sektor informal. Mereka mendorong pemerintah menghadirkan program yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, termasuk membuka akses pengelolaan lahan pertanian melalui tanah Hak Guna Usaha (HGU) untuk para petani.
“Informal itu lebih cenderung ke bagaimana caranya kita memberikan nilai tambah atau penghasilan di sektor-sektor lainnya gitu. Pertanian misalnya, pemerintah menyediakan tanah-tanah HGU nanti memberikan untuk diolah oleh para petani.,” katanya.
Terkait jumlah anggota, Usman menyebut saat ini Sarbumusi Sukabumi memiliki sekitar 5.300 anggota di sektor formal dan sekitar 17 ribu anggota dari sektor informal.
Sarbumusi juga menyoroti praktik rentenir dan pinjaman online yang kerap menjerat pekerja. Untuk mengatasi hal tersebut, organisasi buruh tersebut telah menjalankan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan akses pembiayaan yang lebih aman bagi anggotanya.
Usman menjelaskan, selama tiga tahun terakhir Sarbumusi bekerja sama dengan sejumlah perbankan untuk memfasilitasi pinjaman lunak melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pinjaman tersebut dapat dimanfaatkan anggota untuk kebutuhan usaha maupun keperluan pribadi sebelum menerima gaji.
“Jadi kita bekerja sama dengan bank, beberapa bank, lebih mengarahkan ke KUR gitu, pinjaman-pinjaman lunak untuk dipergunakan oleh anggota, mau untuk usaha ataupun urusan pribadi sebelum gajian ketimbang mereka menggunakan aplikasi pinjol atau misalnya rentenir,” ucapnya.
Selain itu, Sarbumusi juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Al-Masturiyah, guna meningkatkan kualitas SDM para anggotanya melalui akses pendidikan dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Jadi tidak gratis 100% sebetulnya, tapi minimal teman-teman bisa berkuliah lagi dan biayanya terjangkau,” pungkasnya. @andri