VISI.NEWS | BANDUNG – Harga Bitcoin (BTC) terpantau turun di bawah US$65.000 karena fluktuasi pasar dan tekanan jual yang meningkat. Ada beberapa yang menekan Harga Bitcoin jauh lebih dalam sehingga mampu menembus level support US$65k.
Data ekonomi AS terkait pasar tenaga kerja dan perumahan menunjukkan perlambatan ekonomi. Klaim pengangguran awal AS turun menjadi 238 ribu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Fed pada bulan September. Data ini membuat Meningkatnya imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencerminkan ketidakpastian mengenai penurunan suku bunga The Fed pada bulan September, naik sebesar 48 basis poin menjadi 4,263%.
Selain itu, menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, aktivitas whale yang diketahui memindahkan aset BTC antar wallet membuat sentiment negative. Dalam data onchain, terpantau adanya transaksi besar yang berjumlah 4.000 BTC (sekitar US$259,40 juta) yang dilakukan oleh whale untuk memindahkan Bitcoin memiliknya ke wallet baru. Ini sering dianggap sebagai sinyal pergerakan harga signifikan yang akan datang dan diawasi oleh para pelaku pasar.
“Demikian pula, aktivitas pemerintah Jerman baru-baru ini juga berdampak pada pasar. Pemerintah telah memasukkan 1.700 BTC (sekitar US$110,88 juta) ke dalam bursa seperti Coinbase, Kraken, dan Bitstamp sambil mempertahankan 47.179 BTC (sekitar US$3,06 miliar). Oleh karena itu, pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan penjualan besar-besaran yang dapat mengubah harga pasar,” ungkapnya.
Pada saat yang sama, ungkap Fyqieh, data Lookonchain juga mengungkapkan bahwa 9 ETF secara kolektif telah menjual 1.290 BTC yang berarti penurunan kapitalisasi pasar sebesar US$83,7 juta. Aksi jual ini mungkin juga berkontribusi terhadap tekanan pada harga Bitcoin. Selain itu, ETF Bitcoin Fidelity juga telah mengurangi kepemilikannya dengan jumlah yang sama yaitu 1.290 BTC, sehingga totalnya menjadi 168.862 BTC senilai US$10,95 miliar.
“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mengikuti kinerja ETF sehubungan dengan harga Bitcoin. Tren yang muncul adalah ketika arus keluar melonjak, Bitcoin jatuh atau kesulitan menemukan arah dan pada akhirnya berkonsolidasi,” ungkapnya.
Arus keluar yang terus-menerus sejak minggu lalu, setelah pertemuan FOMC dan sikap hawkish The Fed terhadap penurunan suku bunga, membuat nilai kumulatif total arus masuk bersih ETF Bitcoin telah turun menjadi US$14,81 miliar.
“Jika sentimen gagal pulih, penurunan harga Bitcoin mungkin akan berlanjut hingga akhir minggu. Meskipun penurunan ini bukan penurunan yang besar, namun hal ini dapat menandai awal dari tren turun,” ujar Fyqieh.
Sentimen Crypto Fear & Greed Index juga mengalami kemunduran. Terpantau pada Jumat (21/6) berada pada kategori Greed dengan level 63 poin, turun dari seminggu sebelumnya di 74 poin. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat optimisme di pasar kripto telah menurun dalam beberapa hari terakhir. Meskipun masih berada dalam kategori Greed, penurunan ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai lebih berhati-hati dan mungkin mengantisipasi volatilitas yang lebih tinggi di masa mendatang.
Analisis Teknis Bitcoin: Indikator Penting dan Level Kritis
Saat ini, kata Fyqieh, Bitcoin (BTC) melayang di bawah Exponential Moving Average (EMA) 50-day tetapi bertahan di atas EMA 200-day. Ini menunjukkan adanya tren bearish jangka pendek namun tetap dalam tren bullish jangka panjang.
“Jika BTC berhasil menembus di atas EMA 50-day, pembeli bisa menargetkan level resistensi di US$69.000. Penembusan dari level ini dapat membuka jalan menuju level tertinggi sepanjang masa di US$73.808,” sebutnya.
Sebaliknya, jika BTC jatuh melewati level dukungan US$64.000, ini bisa menandakan penurunan lebih lanjut ke level dukungan US$60.365. Dengan Relative Strength Index (RSI) 14 harian berada di 38,16, BTC berpotensi jatuh di bawah level dukungan US$64.000 sebelum memasuki wilayah oversold.
Investor perlu memperhatikan angka Purchasing Managers’ Index (PMI) Jasa AS dan data aliran ETF spot BTC AS, yang bisa mempengaruhi pergerakan harga BTC. Pemantauan ketat terhadap indikator teknis ini penting bagi para investor untuk membuat keputusan yang tepat dalam perdagangan BTC.
@uli












