Search
Close this search box.

BPBD Cianjur Masih Berupaya Membuka Jalan Tertutup Longsor

BPBD Cianjur masih berupaya membuka jalan tertutup longsor./antara

Bagikan :

VISI.NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, terus berupaya membuka akses jalan tertutup tanah longsor di Kecamatan Cijati, Leles, dan Agrabinta.

BPBD Cianjur juga mengimbau warga di sekitar lokasi yang berbahaya untuk mengungsi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama.

“Upaya membuka kembali jalan masih terkendala minimnya alat berat, namun sebagian kecil akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, setelah relawan, warga, dan aparat setempat dengan alat seadanya berhasil menyingkirkan material longsor di wilayah Cijati dan Leles,” kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan, Rabu (7/10), seperti dilansir Kantor Berita Antara yang menghubunginya di Cianjur.

Irfan menjelaskan, alat berat yang diturunkan untuk membuka kembali akses jalan penghubung utama Leles-Cijati masih menggunakan dua alat berat milik Dinas PUPR Cianjur yang sebelumnya difungsikan untuk membersihkan material sampah sisa banjir.

Bahkan alat berat tersebut saat ini difokuskan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor dengan ketinggian beragam mulai 1 hingga 3 meter dengan material bebatuan bercampur pohon berbagai ukuran sehingga menyulitkan petugas melakukan pembersihan secara cepat.

“Meskipun belum ada tambahan, hasil kordinasi dengan dinas provinsi akan menurunkan alat berat dari arah Agrabinta untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran yang menutup akses jalan,” katanya.

Sedangkan terkait penyaluran bantuan, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah komunitas kendaraan bermotor off road yang dapat melintas di jalur berlumpur sekalipun sehingga bantuan dapat sampai ke wilayah yang terisolasi karena material longsor baru sebagian kecil dapat disingkirkan.

Terkait masih tingginya intensitas hujan terutama menjelang sore, pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan turun deras dengan intensitas lama.

Baca Juga :  Menaker: Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja BPU

Hal tersebut untuk menghindari jatuhnya korban ketika bencana alam susulan longsor dan banjir kembali terjadi.

“Relawan Tangguh Bencana (Retana) disiagakan 24 jam untuk memantau dan mengimbau warga serta melakukan mitigasi ketika bencana alam kembali terjadi. Masih tingginya curah hujan sepanjang pekan ini, membuat kami tidak berhenti mengimbau warga untuk waspada,” katanya. @fen

Baca Berita Menarik Lainnya :