VISI.NEWS – Bantuan logistik untuk ratusan korban bencana alam hujan badai yang menerjang Desa Cinunuk dan Desa Cibiruwetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikirim oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Senin (26/10/2020) siang.
Bantuan berupa paket “liwet instan,” telah didistribusikan ke Desa Cinunuk dan Desa Cibiruwetan untuk dibagikan kepada para korban bencana alam hujan badai ke beberapa RW.
Jajaran Muspika Cileunyi, Camat Solihin, Kaposek Kompol Sururi dan Danramil Kapten (Arm) Nixon Bestafol turut memantau dan mengecek, sekaligus melihat secara langsung rumah-rumah yang rusak diterjang hujan badai tersebut.
“Sejak pagi jajaran muspika dan aparat terkait di dua desa berada di sejumlah titik rumah-rumah yang rusak diterjang hujan badai. Selain terus mendata jumlah korban dan kondisinya, kita pun memantau bantuan logistik dari BPBD Kab. Bandung,” kata Camat Cileunyi, Solihin saat berada di RW 11 Kp. Sadang, Desa Cinunuk, memantau pascahujan badai yang menerjang kampung tersebut.
Sementara Kades Cibiruwetan, Hadian Supriatna membenarkan bahwa bantuan logistik dari BPBD Kab. Bandung tersebut berupa paket nasi liwet instan.
“Hujan badai yang menerjang Desa Cibiruwetan data sementara tercatat 80 unit rumah dengan kerugian sekitar Rp 800 juta. Selain bantuan logistik dari BPBD Kab. Bandung, desa pun telah memberikan bantuan stimulus Rp 250 ribu/korban,” kata Hadian.
Sementara itu langkah cepat BPBD Kab. Bandung yang sejak kemarin malam berada di sejumlah titik dampak hujan badai dan telah mengirim bantuan logistik diapreasi Riki Ganesa, anggota DPRD Kab. Bandung.
“Saya apresiasi langkah cepat BPBD Kab. Bandung ini. Berharap setelah BPBD datang ke lokasi dan mengirim bantuan logistik ada bantuan lain berupa stimulus atau bantuan bentuk lainnya,” harap wakil rakyat dari Komisi A DPRD Kab. Bandung Fraksi Golkar ini.
Terjangan hujan badai yang melanda desa Cinunuk dan Desa Cibiruwetan ini diperkirakan jumlah rumah yang rusak berat dan ringan bisa lebih dari 200 unit termasuk sejumlah masjid dan musala.
“Di Desa Cinunuk saja jumlah rumah yang rusak berat dan ringan bisa lebih dari 100 unit rumah. Saat ini masih didata lengkap menunggu laporan dari RT dan RW,” kata Sekdes Cinunuk, Idi Koswara. @yas