- Revitalisasi Kandang, Upaya Bangkitkan Usaha Ternak
VISI.NEWS – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Ketua Rumah Potong Ayam (RPA) PT. Berkah Jaya Mandiri New 1802 Dwi Ariyanto Prabowo, membagikan 5.000 paket ayam kepada masyarakat di Kecamatan Rancaekek.
Kegiatan yang diinisasi oleh Rumah Potong Ayam tersebut, merupakan wujud kepedulian dunia usaha kepada masyarakat terdampak covid-19. Sekaligus bentuk keterlibatan dunia usaha, terhadap proses pembangunan khususnya di sektor peternakan.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT. Berkah Jaya Mandiri New 1802. Saya harap kegiatan hari ini, bisa membangkitkan semangat para peternak untuk terus bangkit di tengah pandemi ini,” ujar Bupati Dadang Supriatna di sela acara Penyaluran Bantuan Sosial 5.000 paket ayam & Revitalisasi Kandang PT. Berkah Karya Mandiri New 1802 di Bojongloa Rancaekek, Rabu (1/9/2021).
Menurut bupati, sektor peternakan merupakan salah satu pilar yang sangat penting dalam jalannya perekonomian. Pembangunan peternakan di Kabupaten Bandung, telah menjadi prioritas dalam menjaga ketahanan pangan.
Ia juga menilai, keberhasilan sektor peternakan, dapat menciptakan peluang kerja untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi.
Dirinya berharap, kegiatan sosial tersebut dapat diadaptasi oleh pengusaha-pengusaha lainnya, untuk ikut peduli terhadap sesama pengusaha ternak.
“Semoga para peternak kita bisa terus bersaing, dengan menghasilkan produk peternakan yang berkualitas. Sehingga para perernak dapat bertahan, tumbuh, beradaptasi serta berkembang dalami situasi ini,” jelas bupati.
Selain pembagian ayam, dilakukan pula revitalisasi kandang-kandang ayam yang dinilai tidak layak pakai.
Menurut Ketua RPA Dwi Ariyanto Prabowo, dengan program revitalisasi kandang, para peternak dapat mengurangi risiko gagal panen.
“Karena keterbatasan modal, banyak kandang ayam yang tidak berfungsi. Mereka tidak mampu mengikuti kemajuan teknologi, sehingga tidak lagi dilirik oleh pengusaha-pengusaha ternak,” Dwi Ariyanto.
Belum lagi, tambahnya, harga yang tidak terkendali dan tidak adanya jaminan harga pasar. “Program revitalisasi dengan sentuhan teknologi ini, kami harapkan akan mampu mengurangi risiko sekaligus meningkatkan performa peternak. Insyaallah dunia peternakan akan kembali bergairah dan bersemangat, tentunya dengan dukungan dari pemerintah,” tutup Dwi.@alfa