VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperketat penyaringan hantavirus setelah ditemukan kasus hantavirus pada sebuah kapal pesiar.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa saat ini kasus tersebut masih terkonsentrasi pada kapal pesiar tersebut dan belum menyebar ke tempat lain.
“Kasus ini masih terkonsentrasi di kapal tersebut. Jadi belum menyebar ke tempat lain. Kami sedang mempersiapkan penyaringan,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya dikutip, Kamis (7/5/2026).
Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa penyaringan akan dilakukan menggunakan tes cepat, mirip dengan yang digunakan selama pandemi COVID-19, atau reagen yang digunakan dalam mesin PCR. “Kami masih fokus pada pengawasan untuk saat ini,” tambahnya.
Pada Senin (4/5/2026), WHO mengungkapkan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan beberapa negara dan operator kapal pesiar untuk menangani kasus infeksi hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik.
Direktur Penanggulangan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengungkapkan bahwa hingga 4 Mei 2026, ada enam kasus yang diduga terinfeksi hantavirus, termasuk tiga kematian.
“Satu pasien dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan, sementara dua lainnya tetap berada di kapal dan diharapkan akan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Maria Van Kerkhove.
Menurutnya, sekitar 150 orang, termasuk penumpang dan awak kapal, berada di kapal tersebut. Saat ini kapal tersebut berada di lepas pantai Kepulauan Cape Verde. WHO, bersama dengan otoritas Cape Verde dan Belanda, serta operator kapal pesiar, sedang mengatur evakuasi dua pasien ke Belanda, tambahnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Spanyol mengumumkan bahwa mereka akan menerima kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary setelah dilaporkan terjadi wabah hantavirus di kapal tersebut.
“Pihak WHO, bekerja sama dengan Uni Eropa, telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary,” kata kementerian tersebut dalam pernyataannya dikutip, Kamis (7/5/2026). @desi