Search
Close this search box.

Bupati Bandung Tinjau Lokasi Kebakaran di Desa Sukamenak

Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna meninjau lokasi kebakaran di Desa Sukamenak, Kec.Margahayu, dan memberikan bantuan paket sembako kepada sejumlah korban kebakaran. /visi.news/gustav viktor rizal

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna meninjau lokasi kebakaran di Kampung Kebonkalapa, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kab. Bandung, Selasa (7/2/2023).

Dalam peninjauannya, Bupati Bandung didampingi beberapa kepala perangkat daerah terkait dan menyempatkan diri menemui sekaligus memberikan bantuan paket makanan bagi para korban kebakaran tersebut.

Bupati Dadang mengatakan, peristiwa kebakaran di Kampung Kebonkalapa ini terjadi pada Senin (6/2/2023) malam pukul 23.00 WIB, sebanyak 25 rumah semipermanen yang dihuni 102 warga ludes terbakar dan diduga kebakaran ini berawal dari lilin.

“Saya sudah perintahkan Pak Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD untuk segera rapat dengan Forkopimda agar mengambil keputusan sekaligus untuk assessment,” katanya.

Menurut Bupati Dadang Supriatna, lahan yang terbakar ini merupakan lahan tanah carik desa sehingga dirinya meminta kejelasan kepada sejumlah pihak terkait penggunaan kembali tanah tersebut untuk dibangun rumah.

“Kami akan dorong anggaran untuk pembangunan kembali rumah yang terbakar,” ujarnya.

Bupati Bandung mengaku prihatin dan turut berduka cita atas peristiwa kebakaran yang dialami 25 kepala keluarga tersebut.

“Untuk pihak korban mohon sabar. Mudah-mudahan diberikan kesabaran oleh Allah SWT. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa Tetapi secara fisik rumah dan kekayaan milik para korban hancur semuanya,” tuturnya.

Dikatakan Dadang Supriatna, sebagai langkah tanggap darurat, pihaknya telah memberikan bantuan logistik berupa beras dan bantuan lainnya. Selain itu, aparatur pemerintah desa setempat menyiapkan posko untuk penanganan para korban kebakaran.

“Saya berharap kepada warga sekitar untuk hati-hati dan jangan sampai ceroboh, apalagi saat masuk tengah malam,” katanya.

Bupati Bandung pun mengatakan bahwa pihaknya berupaya sebelum bulan suci Ramadan mendatang, penanganan pascakebakaran bisa segera selesai dengan menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Baca Juga :  Sejumlah Titik Banjir di Baleendah dan Dayeuhkolot Terendam

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, warga yang menjadi korban kebakaran telah dievakuasi ke rumah kerabatnya dan pihak pemerintah desa setempat menyiapkan posko dan makanan tambahan.

“Saya minta ke Pak Kalak BPBD dalam waktu singkat segera melakukan recovery dalam pembangunan rumah kebakaran tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, BPBD telah memberikan bantuan logistik untuk penanganan sementara, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan dalam hal penanganan pengungsi.

“BPBD memberikan bantuan 25 paket makan siap saji, 25 karpet serta tenda untuk para korban kebakaran,” kata Uka Suska.

Untuk penanganan korban kebakaran, pihaknya akan melakukan rapat dengan Dinas Sosial untuk membicarakan tentang kemungkinan bantuan rehab rumah.

“Para korban kebakaran, untuk sementara akan direlokasi dan mempersiapkan tempat penampungan sementara, selain berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan, dalam peristiwa kebakaran itu, pihaknya menurunkan 8 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 mobil rescue.

Hilman mengatakan saat melakukan pemadaman sempat mengalami kesulitan, karena lokasi kebakaran cukup jauh dari jalan raya. Sehingga diintervensi dengan menggelar selang kurang lebih 300 meter dari dua arah (timur dan selatan).

“Alhamdulillah, selama empat jam sudah bisa kita selesaikan. Pendingin sampai Selasa pukul 03.00 pagi,” katanya.

Hilman mengatakan, saat melakukan pemadaman api, jajaran TNI dan Polri serta para relawan kebakaran dan unsur masyarakat turut membantu.

“Kita mengimbau masyarakat agar menerapkan pola kehidupan yang menghindari adanya resistensi kebakaran,” ujar Hilman.

Lebih lanjut, kata Hilman, pihaknya juga sudah memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di Desa Sukamenak, Sayati, dan Desa Margahayuselatan, terkait upaya pencegahan ancaman peristiwa kebakaran.

Baca Juga :  Perdana di Bandung, Maxim Bersama Disdik Jabar Gelar Kuis Cerdas Cermat antar SMK

“Dan sudah dibentuk relawan kebakaran,” ungkapnya. @gvr

Baca Berita Menarik Lainnya :