Bupati Jember dan 3 Pejabat Lainnya Kembalikan Honor “Pemakaman” Korban Covid-19 Rp. 282 Juta

Editor Bupati Jember Hendy Siswanto. ©2021 Merdeka.com
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Bupati Jember, Hendy Siswanto mengaku tidak tahu detail pembagian honor di setiap kegiatan yang ada di Pemkab Jember. Termasuk honor untuk petugas pemakaman, di mana bupati beserta 3 pejabat lain, turut serta di dalamnya sebagai tim monitoring dan evaluasi (monev).

“Jadi saya hanya melanjutkan, itu (tim pemakaman) sudah ada sejak 2020 lalu, sejak awal pandemi. Karena pemakaman itu harus ada petugas khusus dan mereka bekerja 24 jam harus stand by. Nah karena itu, dibutuhkan SKnya, yang timnya sudah ada sejak sebelum saya menjabat,” ujar Hendy saat ditemui di Pendopo Wahyawibawagraha pada Jumat (27/8/2021).

©2021 Merdeka.com/istimewa

Tim monev tersebut berisi bupati Jember sebagai pengarah; Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano sebagai pembina; Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), M. Djamil sebagai Ketua Tim; dan Kepala Bidang Kedaruratan BPBD, Penta Satria sebagai Sekretaris Tim. Empat pejabat tersebut menerima honor yang sama, yakni Rp100 ribu, dari setiap pemakaman.

“Lalu juga ada petugas pemakaman yang berjumlah sekitar 30 orang,” jelas Hendy.

Sejak beberapa bulan sebelum Hendy menjabat, angka kematian karena korona di Jember masih sedikit. “Ya antara 10 sampai 15 lah dalam setiap bulan,” tutur Hendy.

Namun pada Juni – Juli 2021, terjadi lonjakan kematian karena Corona. Hal itu berakibat melonjaknya honor yang diterima oleh 4 pejabat tersebut. Yakni Rp100 ribu dikalikan 705 kali pemakaman.

“Makanya saya kaget dan tanya ke pak Kepala BPBD, kok banyak sekali ini pak. Lalu dijelaskan karena pemakaman yang banyak pula,” jelas Hendy.

©2021 Merdeka.com/istimewa

Sejak awal, Hendy mengaku tidak ingin menerima honor tersebut. Bahkan gajinya pun, ia sumbangkan kepada masyarakat yang terdampak Covid. Karenanya, honor tersebut semula akan ia sumbangkan kepada keluarga korban Covid yang berasal dari ekonomi lemah. Namun setelah ramai, rencana itu diubah.

Baca Juga :  Klasemen Liga Inggris: MU Ikut Kejar Liverpool

“Setelah kami pertimbangkan, memang tidak pas untuk kami terima di masa seperti ini. Legal memang, karena itu kebijakan di tiap kepala daerah, tetapi memang tidak pas,” ujar Hendy.

Kepada wartawan, Hendy menunjukkan kuitansi pengembalian honor untuk empat pejabat – termasuk bupati- ke rekening kas daerah. Nilai totalnya Rp 282 juta, yang dikembalikan oleh bendaraha BPBD. Pencairan honor tersebut baru dilakukan 3 hari yang lalu.

“Saya tidak pernah terima honor apa-apa lagi sejak awal menjabat,” tutur Hendy.

Meski legal, bupati Hendy berjanji akan membenahi setiap skema pembagian honor untuk setiap pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Jember.

“Ini membuka mata kami (Hendy) untuk mengevaluasi semua SK yang dikeluarkan setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah/ dinas atau badan) di Pemkab Jember. Karena setiap kegiatan di pemkab itu ada SK nya, dan itu ada honornya. Nah akan kami kaji, seberapa layak honor yang akan diterima para pejabat,” pungkas Hendy. @mpa/mdk

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komisi VIII DPR RI Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Distribusi Bansos

Sab Agu 28 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mendesak Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial untuk menyelesaikan semua permasalahan dalam distribusi Bantuan Sosial (Bansos). Hal itu ia sampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial ke Kabupaten Bandung, Jumat (27/8/2021) di Gedung […]