Calo Pekerja Migran Berkeliaran Cari Mangsa di Cianjur

Editor Ilustrasi sejumlah 386 pekerja migran Indonesia bermasalah (PMIB) yang dideportasi dari Malaysia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (1/11/2021) lalu. /dok. humas kemenko pmk
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CIANJUR – Calo pekerja migran berkeliaran di Kabupaten Cianjur. Keberadaan mereka disebut berpotensi meningkatkan kasus penjualan orang atau trafficking.

Menanggapi banyaknya calo pekerja migran yang mencari mangsa di Cianjur, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur, Endan Hamdani meminta semua kalangan dari tingkat kecamatan hingga RT/RW ikut serta berperan aktif mengawasi pergerakan para calo.

“Hingga saat ini, moratorium yang diberlakukan sejak 2016, masih berlaku, sehingga pemerintah melarang pemberangkatan pekerja migran ke Timur Tengah. Namun berbagai cara dilakukan calo, untuk menjaring calon pekerja migran dengan iming-iming gaji besar,” katanya, Rabu (15/12/2021) dikutip dari Antara.

Sehingga masih banyak pekerja migran khususnya perempuan yang tergiur meski jalur yang ditempuh terlarang atau ilegal terutama penempatan di sejumlah negara Timur Tengah dan negara lainnya di Jazirah Arab. Sehingga berbagai cara dilakukan termasuk melibatkan aparat desa dan RT.

Baca Juga:Malam Tahun Baru Mulai Jam 8 Malam, Polres Cianjur Tutup Jalur Puncak-Cipanas

Bahkan pihaknya mengimbau seluruh lapisan warga di wilayah utara hingga selatan Cianjur, untuk menjaga dan mengawasi gerak-gerik calo yang datang terang-terangan atau secara sembunyi-sembunyi untuk menjaring calon tenaga kerja.

“Kita minta semua lapisan warga untuk menolak kehadiran calon pekerja migran, agar tidak ada lagi kasus memilukan menimpa pekerja wanita asal Cianjur. Kami juga akan memperkatat dan segera melaporkan ke pihak berwajib kalau mendapat laporan terkait calo dan jasa tenaga kerja ilegal,” katanya.

Ketua Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan, mengatakan berbagai kasus yang selama ini ditangani pihaknya, rata-rata menimpa pekerja migran yang berangkat secara ilegal, mulai dari kekerasan, penganiayaan dan gaji yang tidak dibayarkan.

Baca Juga :  Dedi Taufik Resmi Dilantik Jadi Pj. Bupati Bandung

“Kami berharap sama, peran serta dari berbagai lapisan warga, untuk menolak kehadiran calo tenaga kerja yang dapat memberangkatkan mereka ke luar negeri dengan persyaratan mudah. Kami berharap tidak ada lagi kasus yang menimpa pekerja migran asal Cianjur,” katanya.@mpa/suarajabar.id

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

BPBD Jabar: Selama November 2021 Terjadi 53 Bencana Banjir, 220 Longsor dan 77 Puting Beliung

Kam Des 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat, sebanyak 57 peristiwa banjir terjadi sepanjang November 2021 disejumlah daerah seperti Kabupaten Cianjur, Garut, Sukabumi, Bogor, kemudian wilayah pantai utara yakni Cirebon, Karawang, dan Indramayu. tidak hanya banjir, BPBD Jabar juga mencatat sebanyak 220 peristiwa tanah […]