VISI.NEWS | BANDUNG – Southampton menghadapi tekanan besar menjelang semifinal playoff Championship melawan Middlesbrough. Bukan hanya soal laga menuju Wembley dan peluang promosi ke Liga Premier, perhatian kini juga tertuju pada dakwaan pelanggaran dari Liga Sepak Bola Inggris atau EFL terkait dugaan aktivitas mata mata di sesi latihan Middlesbrough.
Kasus ini mencuat setelah Middlesbrough melaporkan adanya seorang pria yang mereka yakini sebagai bagian dari staf pelatih Tonda Eckert. Pria itu diduga merekam video dan audio sesi latihan penting tim asuhan Kim Hellberg di Rockliffe Park dekat Darlington sebelum leg pertama di Stadion Riverside.
Menurut laporan, pria tersebut disebut terlihat bersembunyi di semak semak. Middlesbrough juga diyakini memiliki rekaman CCTV yang memperkuat dugaan tersebut. Dalam rekaman itu, pria yang diduga sebagai analis tim utama Southampton disebut masuk ke toilet hotel Rockliffe Hall yang bersebelahan, lalu keluar dengan penampilan berbeda.
Dari sisi konteks, kasus ini bukan sekadar gangguan kecil menjelang pertandingan. EFL telah mendakwa Southampton dan menyatakan komisi disiplin independen akan dibentuk “sesegera mungkin”. Biasanya, klub memiliki waktu 14 hari untuk menanggapi tuduhan, tetapi EFL meminta sidang digelar lebih cepat.
Bagi Middlesbrough, dugaan ini menambah tensi laga playoff yang sudah panas. Pemilik klub, Steve Gibson, disebut mengharapkan hukuman berat bagi Southampton. Berdasarkan aturan yang diperkenalkan pada 2019 untuk menangani aktivitas mata mata, panel disiplin independen dapat menjatuhkan sanksi mulai dari teguran, denda, pengurangan poin, hingga pengusiran dari kompetisi dalam kasus ekstrem.
Southampton menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan EFL selama proses berjalan. Namun, bayangan kasus serupa yang pernah melibatkan Marcelo Bielsa, Leeds, dan Derby County pada 2019 membuat perkara ini menjadi sorotan besar.
Di lapangan, Middlesbrough tampil tanpa Hayden Hackney yang belum pulih dari cedera betis. Sementara Southampton datang dengan susunan pemain yang tetap diarahkan untuk menjaga momentum di bawah Tonda Eckert. @desi