VISI.NEWS | MAGELANG – Pengelola taman wisata Candi Borobudur tengah mengkaji rencana membuka kawasan Candi Borobudur sebagai lokasi olahraga lari bagi masyarakat umum.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Komersial PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko atau InJourney Destination Management (IDM), Gistang Richard Panutur di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11/2025).
“Itu sudah menjadi fokus kami dan akan kami kembangkan. Apalagi sport tourism dan wellness tourism juga sedang berkembang,” katanya dikutip dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, IDM menyelenggarakan kegiatan Shakeout Run dalam rangka menyemarakkan lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 di Kabupaten Magelang pada Minggu, 16 November 2025.
Ada lebih dari 100 pelari yang mengikuti Shakeout Run dengan lintasan lari di kompleks Candi Borobudur.
Menurut Gistang, Shakeout Run ini sekaligus uji coba program lari di kompleks candi bagi masyarakat yang tengah dikaji.
“Ini rute yang kami rencanakan. Intinya dari satu lingkaran (putaran) 3 kilometer,” ucapnya.
Ia menyatakan pihaknya akan terbuka untuk bekerja sama dengan komunitas pelari untuk berolahraga di kompleks candi.
Namun, ia mengaku masih mengkaji apakah nantinya berolahraga lari di kompleks Candi Borobudur dipungut biaya, termasuk fasilitas tambahan yang bakal diperoleh.
“Sementara kami berpikir bagaimana membuka banyak operasional kami lebih pagi,” imbuhnya.
Di Kota Magelang, Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark merupakan obyek wisata yang membuka tempatnya pagi hari supaya bisa dipakai untuk berolahraga.
Mengutip dari laman Kompas.com pada, Sabtu (15/11/2025), Direktur TKL Ecopark Sri Widodo mengatakan TKL ramai dikunjungi sebagai lokasi olahraga pada rentang waktu 6-8 pagi.
Pada hari biasa, jumlah pengunjung untuk berolahraga berkisar antara 50 hingga 100 orang, sedangkan pada akhir pekan, jumlahnya dapat mencapai 2.000 orang.
Untuk berolahraga di TKL Ecopark, pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 5.000. @desi