VISI.NEWS – Harga cabai merah di Kota Bandung, hingga pekan ini, belum kunjung turun. Kenaikan cukup tinggi dirasakan di Pasar Kosambi. Harganya mencapai Rp 120 ribu per kilogram, padahal saat normal hanya Rp 30 ribu – Rp 50 ribu.
Seperti dilansir Liputan6.com, Bella (23) salah seorang pedagang cabai, menjelaskan, kenaikan tersebut sudah bertahan hampir sebulan. Pedagang mendapat informasi kenaikan harga dipicu penurunan stok akibat masalah panen sehubungan dengan kondisi cuaca.
“Dari sananya (distributor) sudah naik,” katanya.
Dibanding beberapa tahun terakhir, kenaikan kali ini terhitung lebih tinggi. Dalam kurun lima tahun, kata Bella, ia tak pernah menjual cabai semahal sekarang.
“Menjelang puasa paling naik di Rp 100 ribu. Tidak pernah lebih,” ungkapnya.
Bella mengaku kenaikan memang belum mengurangi pelanggan secara drastis. Tapi, kini pelanggan sudah mulai mengurangi pembelian.
“Biasanya beli sekilo jadi setengah (kilo), biasanya beli setengah jadi seperempat. Kata orang, mending beli daging daripada beli cabai,” kata Bella.
Stok Berkurang
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, sempat menyatakan, dari delapan pasar yang terpantau, harga cabai merah dijual di kisaran Rp 110 ribu – Rp120 ribu per kilogram.
Menurut pengamatannya, stok di tingkat produsen memang berkurang. Meiwan menjelaskan, cuaca yang terjadi belakangan ini, membuat sebagian petani gagal panen.
“Dari produsennya harga sudah naik memang saat ini mungkin klise masalahnya faktor cuaca menyebabkan cabainya gagal panen. Kemudian cabainya pun tidak bisa bertahan lama jadi cuma beberapa hari, cepet busuk atau kempes. Dari produsennya pun pada berebut karena daerah lainnya juga membutuhkan sehingga stoknya yang agak berkurang,” katanya. @fen