VISI.NEWS | BANDUNG – Cerezo Osaka menghadapi laga penting saat menjamu V Varen Nagasaki dalam lanjutan J1 100 Year Vision League, Sabtu (9/5/2026). Pertandingan ini tidak hanya menjadi kesempatan memperbaiki posisi di klasemen sementara, tetapi juga ujian kedalaman skuad tuan rumah di tengah krisis pemain.
Cerezo datang dengan kondisi tidak ideal. Pelatih Arthur Papas dipastikan kehilangan lima pemain penting, yakni Koki Fukui, Lucas Fernandes, Kusini Yengi, Reiya Sakata, dan Travis Takahashi yang masih menjalani pemulihan cedera. Situasi ini membuat pilihan rotasi menjadi terbatas, terutama saat jadwal kompetisi menuntut konsistensi performa.
Meski begitu, kekuatan lini belakang tetap menjadi modal utama Cerezo. Mereka hanya kebobolan empat gol dalam enam pertandingan terakhir. Catatan ini menunjukkan organisasi pertahanan masih cukup solid, walau tim baru saja menelan kekalahan adu penalti 3 5 dari Shimizu S Pulse setelah bermain imbang 1 1.
Di sisi lain, Nagasaki datang dengan kepercayaan diri lebih baik setelah menang 2 1 atas Fagiano Okayama. Gol Yuto Iwasaki dan Santana menjadi bukti bahwa lini depan tim tamu masih mampu memberi ancaman. Namun, kelemahan terbesar Nagasaki ada di pertahanan, karena mereka selalu kebobolan dalam enam laga beruntun.
Secara sejarah pertemuan sejak 2015, Cerezo lebih unggul dengan empat kemenangan, sementara Nagasaki meraih dua kemenangan. Rata rata produktivitas duel kedua tim mencapai 2,33 gol per pertandingan.
Namun, Cerezo tetap perlu waspada. Pada pertemuan liga terakhir, 28 Februari 2026, Nagasaki mampu menang 1 0 lewat gol Jesus pada menit ke 38. Artinya, meski tampil sebagai tuan rumah, Cerezo tidak punya ruang besar untuk lengah. @desi