VISI.NEWS | BANDUNG – Partai Golkar untuk calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 2 akan sangat seru dan bisa menjadi ajang perebutan suara yang cukup panas. Betapa tidak, pada Pemilu 2024 nanti, para calon anggota legislatif (Caleg) Dapil Jabar 2 Partai Golkar untuk DPR RI merupakan orang-orang kuat yang pengaruhnya sangat luar biasa di internal partai berlambang beringin rindang tersebut.
Pada Pemilu 2024 ini, dua nama besar yakni mantan Bupati Bandung dua periode Dadang M. Naser dan mantan anggota DPR dari tahun 1987 – 2019 Lili Asdjudiredja yang sudah pasti punya basis dukungan massa kuat di Kabupaten dan KBB
Pada nomor urut 1 Daftar Calon Sementara (DCS) bertengger nama Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Pria yang biasa disapa Kang Ace ini bisa muncul sebagai “selebritinya” Partai Golkar karena kemampuan komunikasinya di ruang publik, sehingga kerap awak media menjadikannya sebagai news maker. Ia punya perspektif yang bagus ketika mengomentari permasalahan politik yang sedang hangat, dan membuatnya sangat dekat dengan awak media. Bukan itu saja, putra tokoh ulama di Banten ini juga punya infrastruktur pendukung yang bergerak masif dan didukung dengan sistem komunikasi digital. Pendukungnya kebanyakan dari kalangan milinial yang melek informasi.
Tentu bukan itu saja, pengalaman berpolitiknya sudah kaliber nasional, bahkan ia pernah menyandang sebagai anggota parlemen terbaik, piawaia dalam berargumentasi. Ia bisa tampil mempertahankan argumentasi dalam sebuah perdebatan di televisi dengan cara yang cukup elegan. Kang Ace, sekarang sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.
Di nomor 2 DCS sudah tidak asing lagi bagi warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Dr. H. Dadang M. Naser, M.Ipol. Pria yang biasa disapa Kang DN ini mantan Bupati Bandung dua periode, sehingga tentu saja sudah punya basis dukungan yang lumayan banyak. Yang menarik kalau mencermati media sosialnya, dia sekarang sedang banyak mengumpulkan dukungan dari wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), untuk lebih mengokohkan raihan suaranya. Kehadiran Kang DN dalam kontestasi Pileg untuk DPR RI ini, kalau tidak nambah jadi 3 kursi akan menggerus suara Caleg DPR RI lainnya.
Di nomor 3 DCS Dapil Jabar 2 ada nama Sandra Indrianti Naholo. Wanita kelahiran Bandung, 7 September 1972 ini juga cukup dikenal karena pernah aktif di dunia keartisan dan Musyarawah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Ia mantan artis sinetron yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Koordinator Dept. Perekonomian dan Industri Strategis DPP MKGR, dan pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Dept. Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar. Nomor yang didapatnya pada DCS DPR RI pada Pemilu 2024 ini sama dengan saat Pemilu 2014 di nomor 3.
Di nomor 4 DCS nama yang cukup dikenal di kalangan internal Partai Golkar baik di Kabupaten Bandung maupun di KBB yakni Ir. H. Anang Susanto Suhendar, M.Si. Ayah dari anggota DPRD Kabupaten Bandung Agung Yansusan ini dikenal dekat dengan infratruktur Partai Golkar, baik di tingkat DPD Kabupaten Bandung maupun dengan para pengurus PK. Anang, sekarang ini sebagai incumbent yang duduk di Komisi V DPR RI dari Dapil Jabar 2, hasil Pemilu 2019.
Di Nomor 5 DCS muncul kembali nama Ir. H. Lili Asdjudiredja, tokoh Partai Golkar yang penampilannya sejak jadi pejabat di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dikenal flamboyan. Lili Asdju, demikian biasa ia disapa, bukan hanya pria yang bisa menjaga penampilan, namun ia juga dikenal piawai memelihara konstituennya. Sekarang ini, jejaring lama Lili Asdju di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat berdenyut kembali. Terlebih, Lilis Asdju juga semasa menjadi anggota DPR RI dikenal murah hati kepada jejaring baik infratruktur partai, maupun di luar struktur partai.
Nama-nama lainnya, ada Nunki Juniarti di nomor urut 6 dari Jakarta Selatan, kemudian Dr. M. Sabil Rachman, M.Si., di nomor 7, Dr. R. Ikke Dewi Sartika, M.Pd. di nomor 8, Yayat Supriatna, S.E., M.M., di nomor 9 dan Luchy Richard Chasmaran, M.Si., di nomor 10.
Bagi Partai Golkar sendiri munculnya banyak figur yang punya nama besar dalam kancah politik lokal maupun nasional bisa menambah suara partai, setidaknya bisa bertahan di dua kursi. Lalu suara petahana mana yang nanti akan tergerus? Ace Hasan atau Anang Susanto? Atau keduanya tetap bisa bertahan. Ini menarik, dan jawabannya tentu pada Maret 2024.
@aep s abdullah