- Gedung Padepokan Giri Harja, Jelekong, Baleendah dipadati lebih 1.500 tokoh warga dan tokoh agama yang menyatakan dukungan kepada Paslon Bupati Bandung nomor urut 2 HM Dadang Supriatna dan Ali Syakieb.
VISI.NEWS | KAB BANDUNG – Calon Bupati Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna, mengadakan silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan agama di Padepokan Giri Harja, Jelekong, Kec. Baleendah, Rabu (13/11/2024).
Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh serta masyarakat setempat, dalam kesempatan tersebut Dadang Supriatna menyampaikan beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan jika terpilih sebagai Bupati Bandung nantinya.
Salah satu program yang diusung telah dilaksanakan yaitu mobil pelayanan tiap kelurahan dan anggaran sebesar 100 juta rupiah per RW.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di setiap kelurahan,” ujar Dadang Supriatna.
Dadang Supriatna juga menyoroti pencapaian Kabupaten Bandung selama 3,5 tahun terakhir, meskipun dihadapkan pada tantangan pandemi COVID-19 pada tahun 2021 dan pasca-pandemi pada tahun 2022.
“Berkat kerjasama semua pihak, Kabupaten Bandung mengalami peningkatan signifikan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan perangkat daerah,” tambahnya.
Selain melanjutkan program yang telah berjalan, Dadang Supriatna juga berencana untuk meningkatkan beberapa program selama lima tahun ke depan. Pada tanggal 27 November 2024, masyarakat Kabupaten Bandung akan secara serentak memilih pemimpin mereka.
“Kami akan melanjutkan 13 program yang telah dilaksanakan, termasuk program guru ngaji yang telah meningkatkan kemampuan mengaji anak-anak dari 15% menjadi 80%,” jelasnya.
Dadang Supriatna juga menyebutkan bahwa saat ini insentif telah diberikan kepada RW dan kedepan akan juga diberikan kepada seluruh kader PKK.
“Ke depan, kami akan memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKT), dan Jaminan Hari Tua (JHT) untuk lima segmen, yaitu tukang ojek, tukang becak, kusir delman, supir angkot, dan seniman,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat 57 program lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan 50 ribu wirausaha muda setiap tahun, dan menganggarkan pelatihan bahasa Jepang dan Korea untuk 1.000 pekerja migran setiap tahun.
“Lulus sertifikasi, mereka akan diberangkatkan ke Jepang dan Korea tanpa dipungut biaya apapun,” tambahnya.
Program lainnya termasuk bantuan untuk 2.500 janda setiap tahun, program pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan sebesar 100 miliar rupiah, serta pelatihan dan sertifikasi untuk 5.000 orang setiap tahun.
“Program Bestie akan terus kami tingkatkan setiap tahun dengan target 500 calon penerima,” tutupnya. @mpa