VISI.NEWS | BANDUNG – Bandara kerap kali menjadi sumber stres bagi para pelancong. Mulai dari antrean panjang, pemeriksaan berlapis, hingga jadwal penerbangan dini hari yang mengganggu waktu tidur. Apalagi jika membawa anak-anak atau banyak barang, proses menuju boarding bisa menjadi tantangan tersendiri.
Namun, ada satu hal yang mungkin luput dari perhatian: kemunculan kode ‘SSSS’ di boarding pass.
Kode ini bukan sekadar deretan huruf sembarangan. ‘SSSS’ adalah singkatan dari Secondary Security Screening Selection, yakni penanda bahwa penumpang akan dikenakan pemeriksaan keamanan tambahan. Kode ini umumnya muncul saat seseorang akan terbang ke atau dari Amerika Serikat.
Mengutip laporan The Independent, penumpang dengan boarding pass berkode SSSS akan menjalani proses pemeriksaan lebih intensif. Mulai dari pemindaian tubuh, penggunaan detektor logam, hingga pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan, termasuk koper yang sudah didaftarkan.
Tak jarang, penumpang dipisahkan dari jalur utama dan diarahkan ke ruang khusus untuk pemeriksaan tambahan. Proses ini bisa memakan waktu, bahkan menyebabkan penumpang tertinggal pesawat jika datang terlalu mepet dengan waktu boarding.
Meski tak ada daftar resmi kriteria dari TSA (Administrasi Keamanan Transportasi AS), beberapa faktor diduga meningkatkan kemungkinan seseorang menerima kode ini:
1. Membeli tiket dengan uang tunai
2. Tiket sekali jalan tanpa perjalanan pulang
3. Terbang dari negara yang dianggap berisiko tinggi
4. Nama yang mirip dengan seseorang dalam daftar pantauan keamanan
5. Pemilihan acak oleh sistem
Kode ini juga menjadi sorotan organisasi hak sipil. Laporan dari Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengungkap bahwa lebih dari sepertiga warga Muslim yang bepergian ke AS pernah mendapat kode SSSS, memicu kekhawatiran soal diskriminasi berbasis agama atau etnis. @ffr