Search
Close this search box.

DeepSeek Diblokir di Korea Selatan, Terkait Masalah Perlindungan Data Pribadi

Ilustrasi deepseek./visi.news/youtube @aid.

Bagikan :

VISI.NEWS | KORSEL – Aplikasi asisten berbasis AI asal China, DeepSeek, sementara ini telah ditarik dari toko aplikasi di Korea Selatan sejak 15 Februari 2025. Komisi Perlindungan Informasi Pribadi atau Personal Information Protection Commission (PIPC) Korea Selatan menyatakan bahwa aplikasi tersebut akan kembali tersedia setelah memenuhi persyaratan undang-undang perlindungan data setempat. Pengguna yang sudah mengunduh aplikasi masih bisa mengaksesnya, tetapi pengunduhan baru dihentikan.

PIPC juga mengungkapkan bahwa DeepSeek telah diblokir di perangkat pemerintah dan militer Korea Selatan. Aplikasi ini baru saja membuka kantor cabang di negara tersebut pada 10 Februari 2025, namun perusahaan pengembangnya mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya mematuhi regulasi perlindungan data yang berlaku di Korea Selatan.

PIPC menginformasikan bahwa pemeriksaan terhadap DeepSeek akan memakan waktu beberapa bulan, meskipun diperkirakan prosesnya akan lebih cepat dibandingkan dengan pemeriksaan aplikasi AI besar lainnya seperti yang dilakukan terhadap layanan dari Google dan OpenAI. Salah satu temuan penting dalam pemeriksaan tersebut adalah fakta bahwa DeepSeek diketahui mentransfer data pengguna Korea Selatan ke ByteDance, perusahaan induk TikTok, yang memicu kekhawatiran soal keamanan data pribadi.

Sebelumnya, negara-negara seperti Italia, Australia, dan Taiwan juga telah melarang penggunaan DeepSeek pada perangkat pemerintah karena masalah keamanan. Terkait hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menanggapi larangan tersebut dengan menegaskan bahwa pemerintah China tidak akan meminta perusahaan atau individu untuk mengumpulkan data secara ilegal. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :