VISI.NEWS | BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah menyelidiki motif di balik aksi perusakan fasilitas umum yang terjadi di Kota Bandung, Jumat (1/5/2026) dalam momentum peringatan Hari Buruh. Sejumlah orang berpakaian hitam dan mengenakan penutup wajah dilaporkan melakukan tindakan anarkis setelah rangkaian aksi buruh dinyatakan selesai.
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa kelompok tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan aksi buruh yang sebelumnya berlangsung damai. Menurutnya, kegiatan utama yang diikuti mahasiswa dan masyarakat telah berakhir sekitar pukul 17.00 WIB.
“Sejak (Jumat) sore, kelompok masyarakat yang tidak dikenal dengan pakaian hitam dan penutup muka membawa molotov dan melakukan perusakan perusakan fasilitas umum,” ujar Rudi dalam keterangannya dikutip, Sabtu (2/5/2026).
Setelah aksi tersebut, aparat kepolisian mencatat sejumlah kerusakan yang terjadi di beberapa titik kota. Fasilitas yang menjadi sasaran antara lain pembatas jalan berbahan plastik, lampu lalu lintas, kamera pengawas atau CCTV, hingga pos polisi di kawasan Tamansari. Selain itu, sebuah videotron juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.
Dalam kejadian itu, kepolisian juga menemukan indikasi adanya tindakan yang membahayakan pengguna jalan, termasuk upaya penghentian kendaraan secara paksa. Aparat di lapangan turut mengamankan barang yang diduga berbahaya seperti bom molotov.
“Kami mengamankan para pelaku yang sudah melakukan perusakan,” kata Rudi.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi secara menyeluruh para pelaku yang telah diamankan. Fokus utama aparat adalah menelusuri identitas, jaringan, serta motif di balik aksi perusakan tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengatakan bahwa proses pendalaman masih berlangsung.
“Masih kita dalami dan lengkapi,” ujarnya melalui pesan singkat.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pasti orang yang telah diamankan serta identitas kelompoknya belum dapat dipublikasikan karena proses pendataan masih berjalan.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Polda Jawa Barat bersama pemerintah daerah meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis, termasuk pusat keramaian dan jalan protokol. Sementara itu, Kapolda Jabar memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa selama proses penyelidikan berlangsung. @desi