Delapan Kamar Kontrakan Langsung Ditinggal Pengontrak Pasca Penemuan Dua Mayat

Editor :
Petugas Inafis Polres Kota Tasikmalaya saat melakukan olah tempat kejadian perkara. /visi.news/budi s ombik/net

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | TASIKMALAYA – Pasca penemuan dua mayat di rumah kontrakan di Kampung Cibodas Pasar, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, delapan penghuni lainnya langsung meninggalkan rumah kontrakan tersebut.

Tim inafis yang diterjunkan Polres Kota Tasikmalaya ke TKP serta pemasangan police line, menunjukkan kawasan itu dalam pantauan. Bergerombolnya para petugas melakukan olah TKP, menjadi tontonan warga. Bukan hanya masyarakat sekitar, di luar wilayah itupun datang untuk menyaksikan proses yang dilakukan petugas tersebut.

Setelah petugas selesai melakukan identifikasi, evakuasi korban serta pengungkapan kasus yang terjadi, masyarakat yang menyaksikan langsung meninggalkan tempat. Situasi di TKP pun langsung senyap, sepi tanpa ada aktivitas warga.

Bahkan ke delapan pintu rumah kosan itupun terlihat ditutup rapat rapat. Penghuni yang biasanya keluar masuk, tutup buka pintu rumah langsung terhenti. Penghuni  rumah kontrakan tersebut hengkang  tempat itu.

Suasana makin sepi setelah warga sekitar pun enggan melewati gang tersebut. Bahkan mereka (warga) lebih memilih jalan memutar arah ketimbang melewati TKP. Seperti yang dituturkan seorang warga saat ditemui di lokasi kejadian. Dirinya merasa takut saat melintas disana.

“Saya takut kang lewat rumah kontrakan itu. Apalagi saat malam tiba suasananya sepi dan mencekam,” kata seorang wanita warga Kampung Cibodas Pasar yang mewanti wanti jangan disebut identitas dirinya.

Menurut wanita itu, setelah terjadi kejadian tesebut (penemuan mayat dan ada petugas di TKP) suasana sepi, hingga saat ini masih terasa ‘geueuman’. “Geueuman kang, sieun lewat ke sana juga. Udah aja jalan muter,” kata wanita tadi.

Sementara itu, pemilik rumah kontrakan yang dijadikan TKP penemuan dua mayat tersebut, H. Acep (70) menuturkan, delapan kamar yang sedianya penuh terisi itu kini kosong, ditinggal para pengontrak. “Ya mereka minggat buru-buru karena takut,” kata H. Acep.

Baca Juga :  Gugus Tugas PPKM Kec. Rancaekek Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Bahkan penghasilan dari satu kamar kontrakan sebulan Rp. 400 ribu itu harus hilang. “Saya harus rela kehilangan penghasilan akibat penemuan mayat itu,” akunya.

Bukan hanya itu, tambahnya, rumah kontrakan miliknya dipaksa kosong oleh situasi tersebut. “Entah harus berapa lama untuk memulihkannya kembali. Yang pasti suasana saat ini auranya masih mencekam,” tutur H. Acep.

“Mereka lebih memilih putar arah ke jalan lain yang jarak tempuhnya lumayan jauh,” imbuhnya lagi.

Meski penemuan kedua mayat tersebut sudah terungkap namun hingga kini masih terus dipantau oleh pihak petugas terkait. Bahkan warga sekitar seakan enggan mendekat untuk lewat atau sekedar berjalan melintasinya.

Bersimbah Darah

Sebelumnya, telah ditemukan dua mayat dengan posisi saling tumpang tindih laki-laki dan perempuan di rumah kontarakan Kampung Cibodas Pasar, Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Saat ditemukan, kedua korban bersimbah darah dalam posisi tertidur. Peristiwa tersebut diduga terjadi Sabtu (23/10/2021) pukul 14.30 WIB lalu.

Insiden yang menggemparkan warga tersebut langsung mendapat perhatian warga, terlebih kedua korban saat diketahui dengan luka tembak dan ditemukan sepucuk senjata api, sejenis pistol.

Dalam pengungkapan tersebut, korban wanita bernama Widia, bekerja sebagai petugas keamanan di pabrik garmen PT Tiodor yang jaraknya tak jauh dari tempat kontrakannya. Sementara pasangannya adalah pria asal Cimahi purnawirawan TNI.

Dari hasil olah TKP petugas diketahui korban meninggal akibat tembakan senjata api. Diduga setelah pasangan pria asal Cimahi tersebut menembak pasangannya itu, ia menembakan senjata apinya ke tubuhnya.

Pihak kepolisian masih menelusuri kepemilikan senjata api yang menyebabkan menelan dua korban itu. Namun keterangan sementara dari warga sekitar, keduanya pernah cekcok, dan terjadi pertengkaran.

Baca Juga :  Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Penggorok Kusir Delman di Majalaya Dihadiahi Timah Panas

Bahkan Widia dikabarkan sedang hamil muda. Meski penemuan kedua mayat tersebut sudah terungkap namun hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh petugas terkait.@bik

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lawan Covid-19 di Mojokerto, Kolonel Dariyanto Sebar Seribu Masker

Sel Okt 26 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | KOTA MOJOKERTO – Meski penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto sudah mulai melandai, ternyata tak melunturkan niatan Korem 082/CPYJ untuk terus melawan pandemi. Itu dibuktikan dengan adanya seribu masker yang dibagikan oleh personel Korem ke masyarakat di beberapa kawasan yang ada di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Selasa, (26/10/2021) […]