Di Tengah Pro Kontra, Pembangunan IPAL di Kelurahan Gedog Blitar Akhirnya Dilaksanakan

Editor Bendahara KSM Kelurahan Gedog, Kec. Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur Dwi Pudyono Kurniadi saat memberikan keterangan mengenai IPAL di kelurahan tersebut kepada wartawan VISI.NEWS Kota Blitar, Zaed Efendi, Sabtu (28/8/2021) petang. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Di tengah pro kontra, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di Kelurahan Gedog RT-04/RW-10, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur pengerjaannya dimulai.

Bendahara Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Gedog Dwi Pudyono Kurniadi kepada VISI.NEWS, Sabtu (28/8/2021) perang, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Merujuk surat hasil mediasi pembangunan IPAL yang sumber anggarannya dari DAK Fisik di Kelurahan Gedog nomor: 100/640/410.300.3/2021 tertanggal 23 /08/2021 yang di hadiri dari Dinas PUPR, DLH, Inspektorat, Satpol PP, Bakesbangpol & PBD, Camat, Koramil, Kapolsek, Lurah, Perwakilan warga RT-04/RW-10, yang ditujukan kepada Wali Kota Blitar, kata Dwi, ada tiga poin penting untuk diketahui masyarakat.

Pertama, jelas Dwi, terkait adanya keluhan dari warga yang menyatakan tidak adanya sosialisasi yang disampaikan kepada warga sekitar lokasi, baik oleh pihak kelurahan dan Dinas PU Kota Blitar hal tersebut tidak benar. “Faktanya, tanggal 13 Agustus 2021 bertempat di Kelurahan Gedog terakhir kalinya sosialisasi dilakukan, akan tetapi beberapa warga yang menolak pembangunan IPAL tidak hadir dalam sosialisasi tanpa memberi alasan ketidakhadiranya,” ujarnya.

Kedua, pembangunan IPAL Sanitasi dan beberapa warga yang menandatangani surat yang ditujukan kepada Ketua RT-04/RW-10 berada di luar radius 200m dari lokasi yang akan dibangun IPAL

Ketiga, katanya, pembangunan IPAL Sanitasi berdasarkan usulan warga dalam musyawarah RT dan RW tahun 2015 saat Musrenbang Kelurahan Gedog tahun 2016 prioritas pembangunan IPAL dipusatkan di kecamatan Sukorjo dan Kepanjenkidul. “Namun dalam Musrenbang tingkat kecamatan pada tahun 2018 diusulkan lagi di Kecamatan Sananwetan sehingga pembangunan IPAL bisa terlaksana pada tahun ini.

Baca Juga :  Sambut Hari Pahlawan di Tengah Pandemi, PT KAI Gratiskan Guru dan Nakes

DAK Fisik ini, jelasnya lebih lanjut, dananya dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara kepada daerah tertentu. “Tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional, ” jelas Dwi.

Progam dari Kementrian PUPR ini, ungkap Dwi, sudah sejalan dengan skala prioritas atas dasar usulan warga setempat.

Ada beberapa syarat-syarat untuk mendapatkan DAK, kata Dwi, diantaranya warga harus menyediakan lokasi berkenaan dengan keperluan IPAL tersebut.

Bahkan untuk IPAL di desanya, Dwi sendiri menghibahkan lahan secara resmi dengan menandatangani berita acara hibah bersama dinas PUPR Kota Blitar.

“Setelah resmi menghibahkan dalam waktu dekat saya akan memasang banner di lokasi IPAL sebagai komitmen betapa indahnya harmonisasi menuju peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik akan terwujud dalam jangka panjang dengan adanya IPAL ini,” tandasnya.

Dijelaskannya, ada beberapa bidang dari DAK Fisik Tahun 2021 beserta Jenis DAKnya. Pada tahun anggaran 2021 DAK Fisik diperuntukan untuk 14 bidang yaitu meliputi bidang air minum, bidang IKM (Industri Kecil dan Menengah), bidang irigasi, bidang jalan, bidang kelautan dan perikanan (KKP), bidang kesehatan dan KB, bidang lingkungan hidup dan kehutanan (LHK), bidang pariwisata, bidang pendidikan, bidang pertanian, bidang perumahan dan pemukiman (Perkim), bidang sanitasi (IPAL), bidang transportasi kaut atau perairan, dan bidang transportasi pedesaan. @zef

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ganjar Bubarkan Konvoi Sepeda Tanpa Masker

Ming Agu 29 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Di tengah upaya keras pemerintah dan tenaga medis mengatasi Covid-19, serta masyarakat yang berusaha menahan diri mengurangi pergerakan dan disiplin protokol kesehatan, sebagian masyarakat lainnya justru masih abai. Tanpa empati mereka melanggar protokol hanya demi kesenangan, seperti temuan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Kabupaten Demak. Hal […]