VISI.NEWS | ARJASARI – Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, dinamika politik di wilayah ini makin menghangat. Sejumlah partai politik telah mulai menunjukkan arah koalisi mereka. PKB, Demokrat, Nasdem, dan Gerindra telah menyatakan sikap untuk berkoalisi. Sementara itu, Golkar, PKS, PDIP, dan PAN masih belum menentukan arah koalisi mereka.
Dalam perkembangan terbaru, enam partai politik non parlemen, yaitu Partai Hanura, Partai Umat, Partai PPP, Partai PBB, Partai Garuda, dan Partai Prima, telah melakukan silaturahmi dan komunikasi politik dalam berbagai kesempatan. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan Pilkada 2024 di Kabupaten Bandung.
Pada hari Jumat, 31 Mei 2024, keenam partai ini bersama-sama memutuskan dan menandatangani kesepakatan kerja sama politik untuk menyukseskan Pilkada di Kabupaten Bandung. Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bandung, H. Suhadhi, S.E., menjelaskan bahwa kerja sama politik ini dibangun dengan nuansa kebathinan, satu platform, satu pemikiran, dan satu tujuan, yaitu untuk memastikan Kabupaten Bandung mendapatkan pemimpin yang layak, mampu meningkatkan kesejahteraan, dan bertanggung jawab kepada warga masyarakat Kabupaten Bandung.
“Kerja sama politik partai non parlemen ini kami sebut Koalisi Rakyat Kabupaten Bandung Bersatu. Kami akan bersama-sama rakyat Kabupaten Bandung untuk mencari, mengkaji, dan mendalami para calon pemimpin (calon bupati dan calon wakil bupati) yang layak dan mampu merealisasikan harapan dan keinginan warga masyarakat Kabupaten Bandung ke depan,” ungkap H. Suhadhi.
Koalisi ini mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bandung untuk turut serta berpartisipasi, memberikan informasi, berdiskusi dalam seminar dan forum-forum lainnya, serta menyampaikan keluh kesah, harapan, dan keinginan. Dengan demikian, kriteria dan kelayakan calon pemimpin yang diinginkan warga masyarakat Kabupaten Bandung dapat diterima oleh semua pihak demi mewujudkan pembangunan yang sejahtera dan berkeadilan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung.
H. Suhadhi juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan mendatang. “Ayo kita pilih pemimpin untuk Kabupaten Bandung. Jangan lupa tanggal 27 November 2024, datang ke TPS. Golput bukan solusi. Membangun demokrasi yang demokratis,” tegasnya.
Kesepakatan ini menunjukkan tekad partai-partai non parlemen untuk berperan aktif dalam proses politik dan memastikan bahwa suara rakyat Kabupaten Bandung didengar dan diwujudkan melalui pemilihan pemimpin yang kompeten dan bertanggung jawab. Dengan koalisi ini, diharapkan Pilkada 2024 di Kabupaten Bandung akan berjalan dengan sukses dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
@mpa