Dipuji Pemerintah Pusat, Emil Beberkan Resep Tangani Covid-19 di Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil./visi.news/dok humas pemprov jabar.
Jangan Lupa Bagikan

– “Kalau baik ya dibilang baik, kalau jelek dibilang jelek. Sehingga kalau (situasinya) jelek, ya kita kasih obat yang sesuai dengan tingkat permasalahannya,” ungkapnya.

VISI.NEWS – Kinerja Gubernur Jawa Barat
Ridwan Kamil dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar diganjar apresiasi dari Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  (PMK) Muhadjir Effendy serta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto belum lama ini.

Emil–sapaan Ridwan Kamil–mengatakan pihaknya memiliki sejumlah strategi guna mengendalikan penularan Covid-19 di wilayahnya.

Emil menyebutkan, salah satu hal yang menjadi kunci adalah koordinasi maksimal dengan para pemerintah daerah seluruh kabupaten/kota. Mulai menggelar rapat virtual mingguan hingga pembentukan tim pelacak data.

“Kedua, saya gayanya enggak top-down, jadi mendengar aspirasi dari bawah kemudian memberikan pandangan secara keilmiahan. Walaupun pandangan politik berbeda-beda, tapi kami sepaham bahwa masalah ini harus dituntaskan bersama-sama,” ungkapnya di Bandung, Senin (22/6), seperti dilansir ayobandung.com.

“Kunci keberhasilan Jabar ada pada kekompakan kepala daerah dan gugus tugas kota/kabupaten dengan provinsinya,” tambahnya.

Selain itu, ia mengatakan selama ini pihaknya juga senantiasa mengambil keputusan berdasarkan kalkulasi ilmiah. Transparansi data pun menjadi hal yang mutlak.

“Kami punya prinsip proaktif, jangan hanya menunggu. Kemudian mengambil keputusan harus ilmiah, jangan pakai kacamata emosi, jangan baper. Lalu harus transparan, jangan menyembunyikan data,” ungkapnya.

Transparansi data, ia mengatakan, menjadi hal yang penting agar pihaknya bisa memiliki dasar pengambilan keputusan yang sesuai. Selain itu, kolaborasi dan inovasi juga dinilai perlu untuk ditekankan.

“Kalau baik ya dibilang baik, kalau jelek dibilang jelek. Sehingga kalau (situasinya) jelek, ya kita kasih obat yang sesuai dengan tingkat permasalahannya,” ungkapnya.

“Saya kira rumus itu yang diapresiasi. Proaktif, transparan, ilmiah, kolaboratif dan inovatif,” paparnya.

Emil menyebutkan, saat ini tingkat infeksi Covid-19 di Jawa Barat ada di angka 6,6%. Sementara provinsi lain di Pulau Jawa ada yang mencapai 30%.

“Dengan tingkat infeksi yang sangat rendah ini, tidak heran tingkat resiko Jabar turun lagi ke ranking 28 dari 34 provinsi,” ungkapnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Massa Mahasiswa Bakar Ban di Kemendikbud, Minta Audiensi dengan Nadiem

Sel Jun 23 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka meminta adanya audiensi langsung bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim guna membahas aspirasi mereka terhadap dunia perguruan tinggi. Pantauan di Gerbang Utama Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin […]