Search
Close this search box.

Dishub Jabar & BI Luncurkan Pembayaran QRIS TAP di Metro Jabar Trans

Peluncuran QRIS TAP di Metro Jabar Trans melalui kolaborasi Bank Indonesia, Pemprov Jabar, Dishub, Jasa Sarana, dan perbankan. /visi.news/pemprov jabar.

Bagikan :

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat resmi meluncurkan sistem pembayaran digital QRIS TAP pada layanan Feeder Metro Jabar Trans (MJT). Peluncuran ini berlangsung di Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, sebagai langkah konkret memperluas digitalisasi di sektor transportasi publik.

Peluncuran QRIS TAP di sektor layanan publik dilakukan melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan, PT Jasa Sarana, dan perbankan pada layanan Metro Jabar Trans maupun armada feeder-nya.

Inisiatif ini diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran sekaligus meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas sistem transportasi publik.

Saat ini, Metro Jabar Trans telah beroperasi di enam koridor dengan 95 armada bus, ditambah 22 armada feeder yang memperkuat konektivitas antarmoda di wilayah Jawa Barat. Seluruh moda tersebut telah mengadopsi sistem pembayaran nontunai QRIS TAP.

Tak hanya itu, digitalisasi juga diterapkan dalam sistem operasional melalui pemasangan CCTV, GPS tracking, dan advance driver assistance system (ADAS) yang dapat mendeteksi kondisi pengemudi seperti mengantuk, melampaui batas kecepatan, atau menggunakan gawai saat berkendara.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebut peluncuran Feeder MJT menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di wilayah Bandung Raya.

“Feeder MJT merupakan bagian dari sistem Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung yang dikembangkan sejak 2019. Kehadirannya memperluas jangkauan layanan hingga ke kawasan permukiman dan mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (31/10/2025).

Sebagai pelopor penerapan QRIS TAP di sektor transportasi publik, lanjut Dhani, Metro Jabar Trans menghadirkan kemudahan transaksi nontunai yang cepat, aman, dan efisien. Kolaborasi ini juga menjadi wujud dukungan terhadap gerakan cashless society dan peningkatan efisiensi layanan publik.

Baca Juga :  Polemik Layanan PBI JKN, Felly Soroti Penolakan Pasien dan Desak Perbaikan Sosialisasi

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, menegaskan bahwa Pemprov Jabar berkomitmen memperkuat integrasi layanan publik melalui inovasi digital lintas sektor.

“Inisiatif ini bukan hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga menegaskan arah transformasi menuju ekosistem transportasi publik yang cerdas dan inklusif. Penerapan QRIS TAP menjadi simbol nyata sinergi antara transformasi digital dan pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan serta transparansi bagi masyarakat,” tutupnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat infrastruktur ekonomi digital yang inklusif dan efisien.

“QRIS TAP bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi merupakan bagian dari strategi nasional mewujudkan transformasi digital sistem pembayaran menuju Indonesia Emas 2045. Dengan dukungan seluruh pihak, Jawa Barat diharapkan menjadi model nasional dalam penerapan transaksi digital yang aman, mudah, cepat, dan inklusif,” ujar.

Hingga Agustus 2025, ekosistem QRIS di Jawa Barat terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Tercatat, jumlah pengguna QRIS mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 22% dari total nasional, sementara jumlah merchant telah menembus 8,7 juta atau 21% pangsa nasional.

Sepanjang periode yang sama, volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,59 miliar transaksi dengan pertumbuhan 213,39 persen (year-on-year), sedangkan nominal transaksinya mencapai Rp148,95 triliun, tumbuh 139,87 persen (year-on-year). Capaian tersebut menegaskan bahwa Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan adopsi QRIS tertinggi di Indonesia, sekaligus menjadi barometer perkembangan ekonomi digital nasional. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :