VISI.NEWS | BANDUNG – Situasi keamanan di ibu kota Qatar, Doha, kembali memanas setelah rentetan ledakan terdengar pada Senin (9/3/2026) waktu setempat. Ledakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk, menyusul rangkaian serangan balasan yang dilancarkan Iran.
Laporan jurnalis di lapangan menyebutkan beberapa suara dentuman terdengar di sejumlah titik di Doha. Ledakan itu menambah kekhawatiran masyarakat setelah wilayah tersebut sebelumnya dilaporkan menjadi sasaran gelombang drone dan rudal.
Kantor berita AFP melaporkan bahwa suara ledakan terdengar jelas di ibu kota tersebut pada pagi hari.
“Beberapa ledakan terdengar di Doha hari ini,” ujar seorang wartawan AFP dari lokasi kejadian.
Serangan yang menyasar wilayah Teluk ini disebut berkaitan dengan kampanye pembalasan Iran setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam tersebut. Sejak saat itu, ketegangan di kawasan meningkat tajam dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Pemerintah Qatar pun meningkatkan kewaspadaan. Kementerian Dalam Negeri Qatar mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat terkait ancaman keamanan yang disebut semakin meningkat.
Dalam pernyataannya, kementerian meminta warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah.
“Kami mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah dan mengikuti arahan resmi pemerintah seiring meningkatnya ancaman keamanan,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Qatar.
Sejumlah langkah pengamanan juga dilaporkan diperketat di berbagai titik strategis di Doha. Aparat keamanan dan sistem pertahanan udara dilaporkan dalam kondisi siaga guna mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Situasi ini membuat Doha berada dalam kondisi waspada tinggi, sementara perkembangan konflik di kawasan Teluk terus dipantau oleh komunitas internasional. @kanaya