VISI.NEWS | BANDUNG – PERSIB Bandung harus menelan hasil mengecewakan usai hanya bermain imbang 0-0 melawan Arema FC dalam lanjutan pekan ke-29 Super League 2025/2026, Jumat (24/4/2026) malam WIB. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api itu memperlihatkan dominasi tuan rumah yang tak berujung gol.
Hasil ini membuat PERSIB tetap bertahan di puncak klasemen sementara. Namun, jarak dengan pesaing terdekat, Borneo FC, kini hanya terpaut tiga poin. Sementara itu, Arema FC masih tertahan di posisi ke-10 dengan koleksi 39 poin.
Secara statistik, Maung Bandung tampil superior. Mereka mencatatkan 65 persen penguasaan bola, jauh di atas Arema yang hanya 35 persen. Dari segi peluang, PERSIB melepaskan 21 tembakan dengan 12 mengarah tepat ke gawang, sedangkan Arema hanya mampu mencatatkan empat tembakan, satu di antaranya on target.
Sejak awal laga, tim asuhan Bojan Hodak langsung menekan. Peluang pertama hadir pada menit ketiga lewat sepakan Andrew Jung yang memanfaatkan umpan Berguinho. Namun, kiper Arema, Lucas Frigeri, tampil sigap menepis bola.
Penampilan Frigeri menjadi pembeda sepanjang pertandingan. Ia berkali-kali menggagalkan peluang emas PERSIB, termasuk saat menepis bola muntah yang disambar Uilliam Barros Perreira.
Serangan demi serangan terus dilancarkan tuan rumah. Marc Klok dan Luciano Guaycochea turut mencoba peruntungan dari lini kedua, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang terbuang percuma.
Di sisi lain, Arema FC lebih banyak mengandalkan serangan balik. Beberapa kali mereka mencoba mengancam melalui pergerakan Gustavo Franca, tetapi lini belakang PERSIB mampu meredam dengan baik hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. PERSIB tetap mendominasi jalannya laga dan terus menekan pertahanan Arema yang bermain disiplin.
Peluang emas sempat didapat Guaycochea setelah menerima umpan matang dari Thom Haye. Namun, upayanya kembali gagal menembus rapatnya lini belakang lawan.
Pada menit ke-64, stadion sempat bergemuruh ketika PERSIB berhasil mencetak gol. Namun, kegembiraan itu sirna setelah wasit menganulir gol tersebut karena Berguinho sudah berada dalam posisi offside.
Upaya memecah kebuntuan terus dilakukan. Hodak melakukan perubahan dengan memasukkan Adam Alis dan Beckham Putra Nugraha pada menit ke-74 untuk menambah daya gedor.
Namun, masuknya tenaga baru belum mampu mengubah keadaan. Beckham sempat melepaskan tembakan, tetapi masih belum tepat sasaran.
Arema FC sesekali memberikan ancaman balasan. Salah satunya melalui tendangan Salim Tuharea yang masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper muda PERSIB, Fitrah Maulana.
Memasuki masa injury time selama 11 menit, PERSIB semakin gencar menyerang. Sundulan Sergio Castel dan beberapa peluang lainnya tetap gagal berbuah gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tidak berubah. Dominasi PERSIB sepanjang laga tak mampu dikonversi menjadi kemenangan.
Hasil ini menjadi sinyal bahwa efektivitas lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PERSIB dalam perburuan gelar musim ini.
Pada laga berikutnya, PERSIB akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Bhayangkara FC. Sementara Arema FC dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya.
Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat berharga. Dan bagi PERSIB, hasil imbang ini bisa menjadi kerugian besar jika tak segera dibenahi.
@uli