Search
Close this search box.

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter di Sistan-Baluchistan

Ilustrasi helikopter./visi.news/wikipedia

Bagikan :

VISI.NEWS | IRAN – Dua anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter giroplan di dekat kota Sirkan, yang terletak di provinsi Sistan-Baluchistan. Menurut laporan dari Kantor Berita Fars, salah satu korban adalah Brigadir Jenderal Hamid Mazandarani, yang menjabat sebagai komandan Brigade Nineveh, dan pilot helikopter tersebut juga dilaporkan tewas pada Senin (4/11/2024).

Helikopter ultralight itu dilaporkan sedang melaksanakan operasi militer saat insiden terjadi. Kecelakaan ini mengikuti serangan teroris beberapa hari sebelumnya yang menewaskan 10 anggota penegak hukum Iran di distrik Gohar Kuh, Taftan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran mengenai kejadian ini. Alasan kedatangan Mazandarani ke wilayah tenggara negara itu, padahal ia bermarkas di provinsi utara, masih belum jelas.

Kecelakaan ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi pada mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi, yang juga meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter pada bulan Mei. Insiden penerbangan di Iran tergolong jarang terjadi.

Penyebab resmi dari kecelakaan yang menewaskan presiden tersebut, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan tujuh orang lainnya, masih belum diungkap.

Sirkan diketahui sebagai lokasi konflik antara pasukan keamanan Iran, militan Sunni, serta pengedar narkoba.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) saat ini terlibat dalam konfrontasi dengan militer Israel. Baru-baru ini, Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang berpotensi merusak fasilitas yang dikelola oleh IRGC. Citra satelit menunjukkan bahwa serangan pada 26 Oktober melanda pangkalan Shahroud milik IRGC, yang berfungsi untuk mengembangkan rudal balistik dan meluncurkan roket sebagai bagian dari program luar angkasa Iran.

Setelah serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Syed Abbas Araghchi, menuduh Amerika Serikat terlibat, sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan terima kasih kepada AS atas dukungan dalam melancarkan serangan tersebut. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :