VISI.NEWS | JAKARTA – Dua mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono dan Hotman Tambunan, telah mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan (capim) KPK. Keduanya dikenal sebagai mantan pegawai yang diberhentikan dari lembaga antirasuah tersebut karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).
Praswad Nugraha, Ketua IM57+ Institute, menyatakan bahwa keputusan untuk mendaftar ini adalah bagian dari dorongan institut tersebut untuk memajukan anggota mereka yang memenuhi syarat usia. “Seluruh anggota kami lebih dari (usia) 50 tahun pastinya kami minta untuk mendaftar, insya Allah dua orang yang lebih dari 50 tahun dan mendaftar, Pak Giri dan Bang Hotman,” kata Praswad dalam diskusi publik ‘Krisis Kepemimpinan di KPK, Masihkah Ada Asa?’ di Cikini, Jakarta, Minggu.
Praswad juga menyebutkan bahwa banyak anggota IM57+ Institute lainnya yang berniat untuk mendaftar sebagai capim KPK, termasuk Novel Baswedan. Namun, mereka terhalang oleh batas minimum usia pimpinan KPK yang saat ini adalah 50 tahun. “Under 50 (tahun) itu ada 12 orang (anggota IM57+ Institute) yang akan mendaftar, saya, Bang Novel Baswedan, Harun Al Rasyid, Farid Andika dan lain-lain,” ujarnya.
IM57+ Institute telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Mei 2024 lalu terkait batas usia pimpinan KPK. Namun, hingga kini belum ada kepastian jadwal sidang. “Diagendakan tanggal sidangnya aja belum, apalagi mau sidang, apalagi menunggu putusan, padahal besok penutupan,” kata Praswad.
Pendaftaran calon pimpinan (capim) dan dewan pengawas (dewas) KPK akan segera berakhir. Pendaftaran yang telah dibuka sejak beberapa waktu lalu akan ditutup pada 15 Juli 2024 tepat pada tengah malam. “Jam 12 malam (penutupan pendaftaran),” kata Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Capim dan Dewas KPK Muhammad Yusuf Ateh, Minggu (14/7/2024).
Yusuf juga mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar telah meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya. “Pimpinan 160, Dewas 121,” ujarnya. Peningkatan jumlah pendaftar ini menunjukkan minat yang tinggi dari berbagai kalangan untuk mengisi posisi strategis dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
@shintadewip