Search
Close this search box.

Dua Puluh Menit yang Mengguncang Anfield: Mental Juara Manchester City Membalikkan Nasib Liverpool

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG Stadion Anfield menjadi panggung sebuah tragedi sepak bola pada Minggu (8/2/2026) malam WIB. Dalam rentang waktu yang nyaris mustahil dipercaya, Manchester City bangkit dari ketertinggalan dan merobohkan Liverpool 2-1, hasil yang mengubah arah persaingan gelar Premier League musim ini.

Kemenangan tersebut memangkas jarak Manchester City dengan Arsenal menjadi enam poin. Lebih dari sekadar tiga angka, hasil ini menjadi pernyataan keras bahwa tim asuhan Pep Guardiola belum menyerah dalam perburuan gelar, meski sempat berada di ambang kekalahan.

Liverpool sebenarnya berada di posisi ideal untuk mengunci kemenangan. Gol tendangan bebas Dominik Szoboszlai pada menit ke-83 membuat publik Anfield bersiap merayakan hasil besar. Namun justru di titik itulah mentalitas City mengambil alih pertandingan.

Gol penyeimbang datang dengan cepat. Bernardo Silva memanfaatkan situasi kacau di kotak penalti Liverpool setelah bola diarahkan Erling Haaland kepadanya. Alih-alih merayakan gol penting tersebut, Bernardo memilih berlari ke tengah lapangan.

“Kami tahu hasil imbang tidak cukup. Jika kalah, mungkin perburuan gelar sudah berakhir,” kata Bernardo Silva.

“Kami datang ke sini untuk menang dan harapan itu masih ada. Kami akan berjuang sampai akhir.”

Tekanan City tak berhenti. Liverpool kehilangan konsentrasi, lini belakang mereka terpecah, dan kesalahan posisi berujung pada pelanggaran Alisson Becker terhadap Matheus Nunes di kotak penalti. Erling Haaland maju sebagai eksekutor di tengah atmosfer yang memanas.

“Saya sangat gugup sebelum menendang. Pikiran saya hanya satu, memasukkan bola ke gawang,” ujar Haaland.

“Perasaan setelah gol itu benar-benar luar biasa.”

Gol tersebut menjadi gol pertama Haaland di Anfield, sekaligus simbol runtuhnya kepercayaan diri tuan rumah dalam hitungan menit. Liverpool mencoba bangkit di sisa laga, namun justru berhadapan dengan tembok terakhir bernama Gianluigi Donnarumma.

Baca Juga :  Cuaca Bandung Hari ini: Siang Membakar, Sore Mengguntur!

Sang kiper City melakukan penyelamatan krusial atas tembakan Alexis Mac Allister yang terdefleksi, sebuah aksi refleks yang menjaga keunggulan tim tamu tetap utuh hingga peluit akhir.

Pep Guardiola terlihat emosional di sisi lapangan, bereaksi berlebihan terhadap setiap momen, mencerminkan betapa besar taruhan pertandingan ini bagi timnya. Dua puluh menit terakhir di Anfield bukan hanya tentang gol, tetapi tentang keyakinan, keberanian, dan ketahanan mental.

Pertandingan ditutup dengan kekacauan lain: kartu merah untuk Dominik Szoboszlai di detik akhir setelah insiden tarik-menarik dengan Haaland saat gawang Liverpool kosong. Momen absurd itu menjadi epilog sempurna bagi laga yang akan dikenang sebagai salah satu drama paling brutal di Anfield.

Bagi Liverpool, kekalahan ini terasa seperti tragedi. Bagi Manchester City, ini adalah kebangkitan. Dan bagi Premier League, dua puluh menit tersebut kembali menegaskan bahwa perebutan gelar belum selesai.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :