Edarkan Sabu, Oknum Honorer Dishub Kota Tasikmalaya Diringkus Polisi

Satgas Narkoba Polres Kota Tasikmalaya gelar perkara penangkapan pengedar dan pemakai./visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Satuan Narkoba Polres Kota Tasikmalaya meringkus seorang oknum pegawai honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya karena mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita 25 paket kecil sabu setara 15,6 gram, timbangan digital, dan 1 unit hape. Kini tersangka ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka berinisial RR (34) warga Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Diketahui tersangka sebagai pegawai honorer di Dishub Kota Tasikmalaya yang bertugas sebagai pemungut retribusi di Terminal Pancasila,” kata Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yaser Arafat kepada para awak media saat gelar perkara di Mapolres, Selasa (23/6).

Dikatakan AKP Yaser, tersangka diciduk pada Senin (22/6) kemarin siang saat sedang transaksi narkoba dengan cara menempelkannya di tempat sepi Jalan Stasiun, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang.

“Saat diciduk, RR masih mengenakan pakaian kerjanya sambil menaiki motor pribadinya. Dari tas selempang yang dipakai tersangka, petugas menyita 25 paket sabu dibungkus sedotan siap edar,” tuturnya.

Dikatakan Yaser, penangkapan RR berawal dari informasi warga yang selanjutnya dikembangkan dengan sejumlah pengungkapan sebelumnya. Diketahui RR mengenal sabu sejak tahun 2017, namun saat itu statusnya sebagai pengguna. Kini RR bukan hanya pemakai, namun sebagai pengedar juga dengan status kurir.

Dijelaskannya, pelaku utama atau pengendalinya ternyata seorang narapidana yang kini mendekam di salah satu lapas di Jawa Barat. Penghasilannya sebagai kurir, mendapat imbalan Rp 1 juta jika berhasil mengantarkan ke 10 titik.

“Statusnya sebagai kurir yang dikendalikan dari seseorang yang kini berada di sebuah lapas di Jawa Barat. Sebelumnya pelaku sebagai pemakai yang diakuinya sejak 2017. Namun menjadi kurir, diakuinya baru sekali ini,” tuturnya.

Dikatakan Yaser, untuk mendapatkan barang tersebut, pelaku berkomunikasi dengan pemeran utama yang berada di sebuah lapas. Selanjutnya terjadi kesepakatan, di mana pelaku bertugas sebagai kurir dengan modus operandi menempel barang haram tersebut di sebuah tempat yang sepi.

Atas perbuatannya itu pelaku dijerat pasal 112 ayat 2, jo 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan hukum maksimal 20 tahun penjara.

“Dari tangan tersangka ini kita berhasil menyelamatkan 125 anak muda. Karena asumsinya 1 paket sabu itu digunakan 5 orang. Kita akan terus lakukan pengembangan dalam kasus ini,” tegasnya. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tak Lulus pada Gelombang Pertama PPDB, Siswa Bisa Mendaftar Kembali di Gelombang Kedua

Sel Jun 23 , 2020
Jangan Lupa Bagikan– Sistem pendaftaran secara online ini sangat kurang peminat. Bahkan di salah satu sekolah, hanya ada tiga orang yang melakukan pendaftaran secara online. VISI.NEWS – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK tahun 2020 telah diumumkan Senin (22/6). Namun, PPDB yang dilaksanakan baru tahap pertama yaitu pihak sekolah […]