VISI.NEWS | JAKARTA – Haeriah, seorang eks warga Kampung Bayam berusia 53 tahun, masih menantikan realisasi janji pemerintah dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) setelah kehilangan tempat tinggal dan lahan pertanian di Kampung Bayam. Meskipun kesepakatan untuk merelokasi mereka telah ditandatangani, situasi mereka masih “terombang-ambing.” Pembangunan rusun diperkirakan akan memakan waktu lama dan belum tentu terwujud. Haeriah merasa lega dengan hasil kesepakatan, tetapi juga “was-was” dengan nasibnya nanti. Mereka hanya memegang kesepakatan dan janji membangun rusun yang belum jelas lokasi dan waktu pembangunannya. Selain itu, Haeriah dan warga lainnya juga menuntut kehidupan yang lebih layak dan bantuan kebutuhan pokok seperti air dan listrik. Pemprov DKI Jakarta memastikan hunian baru untuk warga eks Kampung Susun Bayam akan aman dan nyaman, namun warga tetap menantikan solusi konkret. Semoga situasi mereka segera membaik dan janji-janji terpenuhi.
Setelah penggusuran, lahan pertanian di Kampung Bayam mengalami perubahan yang signifikan. Berikut beberapa poin terkait situasi tersebut:
Penggusuran dan Relokasi:
Pada tahun 2020, warga Kampung Bayam tergusur karena pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Mereka diberikan kompensasi “Ganti Untung” dan waktu 30 hari untuk mengosongkan rumah.
Tahun 2022, dilakukan groundbreaking dan peresmian atas pembangunan Kampung Susun Bayam (KSB) sebagai bentuk relokasi bagi warga terdampak pembangunan Stadion JIS.
Status Lahan:
Lahan di Kampung Bayam yang saat ini menjadi lokasi JIS merupakan milik pemerintah. Jakpro mengklaim bahwa secara historis, warga Kampung Bayam adalah penggarap lahan milik Pemprov DKI Jakarta. Akibatnya, warga tidak memiliki hak atas tanah tersebut.
Kondisi Saat Ini:
Warga eks Kampung Bayam yang tergusur saat ini tinggal di hunian sementara (huntara) di sekitar Kampung Bayam. Mereka menantikan realisasi janji pemerintah dan Jakpro untuk membangun rusun baru di lokasi yang tak jauh dari JIS.
Meskipun hasil kesepakatan telah ditandatangani, situasi mereka masih “terombang-ambing.” Pembangunan rusun diperkirakan akan memakan waktu lama dan belum tentu terwujud. Warga merasa belum nyaman dan hidup mereka masih belum layak.
Semoga situasi warga eks Kampung Bayam segera membaik dan janji-janji terpenuhi.
@shintadewip