VISI.NEWS | KAB. SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa longsor yang menewaskan empat pekerja proyek pembangunan lapangan mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Jumat (2/1/2025)
Dony menyebut kejadian tersebut sebagai kecelakaan kerja yang harus menjadi perhatian dan pembelajaran bagi semua pihak.
Bupati Sumedang mengatakan longsor terjadi saat para pekerja tengah mengerjakan pembuatan ceker ayam atau pondasi tembok penahan tebing pada proyek mini soccer. Material tanah di atas lokasi pekerjaan tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di bawahnya.
“Tentunya kami sangat prihatin atas peristiwa longsor ini sebagai dampak dari pembuatan ceker ayam untuk mini soccer. Ini kecelakaan kerja yang menimbulkan empat korban meninggal dunia karena tertimbun tanah,” ujar Bupati Sumedang, Jumat (2/1/2026).
Ia menuturkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, total terdapat delapan pekerja di lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, empat orang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah, dua orang sempat tertimbun namun berhasil selamat, dan dua pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri.
“Empat orang meninggal dunia tertimbun, dua orang sempat tertimbun tapi selamat, dan dua lainnya bisa menyelamatkan diri. Jadi total pekerja ada delapan orang,” jelasnya.
Bupati memastikan proses evakuasi seluruh korban telah selesai dilakukan oleh tim gabungan. Seluruh korban yang tertimbun telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, evakuasi sudah selesai. Semua korban yang tertimbun sudah ditemukan dan dievakuasi. Saat ini korban telah dibawa ke Puskesmas Cisempur, dengan total empat orang dinyatakan meninggal dunia,” katanya.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD provinsi dan kabupaten, PMI, Satpol PP, Brimob, hingga unsur relawan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja cepat seluruh pihak yang terlibat dalam evakuasi korban longsor ini,” ujarnya.
Ia menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi bersama, khususnya dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang berkaitan dengan pekerjaan tanah dan struktur penahan tebing.
“Tentu ini menjadi perhatian kita semua dan pembelajaran agar ke depan aspek keselamatan kerja benar-benar diperhatikan, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. @desi












