Search
Close this search box.

FA Selidiki Pernyataan Imigrasi Ratcliffe, Manchester United Berpotensi Terseret Krisis Reputasi

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Badai kontroversi kembali menghantam Manchester United setelah pernyataan co-owner klub, Sir Jim Ratcliffe, soal imigrasi memicu kecaman luas. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) kini tengah meninjau apakah komentar tersebut melanggar aturan etik dan berpotensi mencoreng citra sepak bola nasional.

Kasus ini tidak hanya menempatkan Ratcliffe dalam sorotan, tetapi juga membuka kemungkinan klub sebesar Manchester United ikut terdampak secara reputasi jika proses disipliner resmi benar-benar dilakukan.

FA saat ini mempelajari pernyataan Ratcliffe untuk menentukan apakah diperlukan investigasi formal berdasarkan aturan perilaku umum, khususnya Rule E3.1 yang mengatur tindakan yang dapat merusak kepentingan terbaik sepak bola.

Dalam wawancara dengan Sky News, Ratcliffe mengungkapkan pandangannya secara terbuka.

“Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang bergantung pada tunjangan dan tingkat imigrasi yang sangat besar. Inggris sedang dikolonisasi dan itu menghabiskan terlalu banyak biaya,” ujar Ratcliffe.

Karena statusnya sebagai pemilik klub, setiap pernyataan publik Ratcliffe berada dalam yurisdiksi FA. Jika dinilai mengandung unsur yang menyinggung latar belakang ras, etnis, atau kebangsaan, kasus ini bisa masuk kategori pelanggaran yang diperberat sesuai Rule E3.2.

Reaksi keras langsung muncul dari berbagai pihak. Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out menilai komentar tersebut bertentangan dengan nilai inklusivitas yang selama ini dijunjung sepak bola Inggris.

“Komentar Sir Jim Ratcliffe memalukan dan sangat memecah belah, terutama di saat sepak bola berperan besar menyatukan komunitas,” bunyi pernyataan resmi Kick It Out.

Tekanan juga datang dari level pemerintahan daerah. Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, yang tengah bekerja sama dengan Manchester United dalam proyek regenerasi Old Trafford, menyampaikan penolakan tegas.

“Pernyataan ini bertentangan dengan semua nilai yang selama ini dipegang Manchester, kota di mana orang dari berbagai ras dan keyakinan telah bersatu selama berabad-abad untuk membangun institusi kami, termasuk Manchester United,” kata Burnham.

Baca Juga :  Nasim Khan Dorong Pembenahan Menyeluruh dalam RUU Perkoperasian

Ia menegaskan bahwa kontribusi imigran justru menjadi bagian penting dalam perkembangan kota dan sepak bola.

“Para pesepak bola dari seluruh dunia yang datang ke Greater Manchester telah meningkatkan kehidupan kawasan kami, begitu juga mereka yang bekerja di NHS dan sektor layanan penting lainnya,” lanjutnya.

Kontroversi ini muncul di tengah upaya Ratcliffe membangun kembali citra dan struktur Manchester United sejak masuk sebagai pemegang saham. Namun, polemik di luar lapangan berpotensi menjadi gangguan serius bagi stabilitas klub jika FA memutuskan melanjutkan proses disipliner.

Hingga kini, FA belum mengumumkan apakah penyelidikan resmi akan dibuka. Namun, tekanan publik yang terus meningkat membuat kasus ini berpeluang berkembang menjadi salah satu isu reputasi terbesar yang dihadapi Manchester United dalam beberapa waktu terakhir.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :