Search
Close this search box.

Fashion Show Gebyar Kemerdekaan RI, Daur Ulang Sampah Jadi Bahan Dasar Busana

Fashion show peragaan busana daur ulang sampah di kawasan Eco Wisata Panenjoan, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/8/2025)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Sebanyak 12 peserta mengikuti pada kegiatan fashion show sebagai ajang lomba peragaan busana daur ulang sampah di kawasan Eco Wisata Panenjoan, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/8/2025).

Acara ini bertajuk ‘Gebyar Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80’ itu menjadi kali pertama digelar di Desa Wisata Neglasari. Peserta berasal dari perwakilan setiap RW dan sekolah setempat dengan menampilkan busana daur ulang sampah seperti kemasan kopi sachet, kantong plastik, tutup botol, sendok plastik, hingga kertas bekas.

Busana dari daur ulang sampah yang mereka kenakan pun atas dasar tumbuhnya kreativitas yang mengandung nilai seni, sehingga terlihat lebih menarik. Masing-masing peserta pun mempresentasikan makna dari busana yang mereka rancang tersebut ke pihak tim juri.

WhatsApp Image 2025 08 23 at 19.19.05 jpeg
Peserta fashion show peragaan busana daur ulang sampah di kawasan Eco Wisata Panenjoan, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/8/2025)./visi.news/ist.

Para peserta yang mengenakan pakaian busana dari bahan daur ulang sampah itu terlihat anggun dan cantik. Busana yang mereka kenakan pun dengan corak warna merah, putih, dan warna daun kering, serta berbagai corak warna lainnya sesuai dengan bahan dasar dari bekas daur ulang sampah tersebut.

Untuk menambah daya tarik dalam lomba peragaan busana daur ulang sampah itu ada tim penilai atau juri saat mereka berjalan di atas karpet merah.

Karpet merah itu menjadi saksi para perancang busana daur ulang sampah yang peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam memanfaatkan sisa sampah memiliki nilai seni dan ekonomis.

Fashion show tersebut mendapatkan sambutan antusias dari ratusan masyarakat, terutama dari masing-masing suporter yang berasal di setiap RW yang mengikutsertakan warganya untuk tampil pada lomba tersebut.

Baca Juga :  Di Balik Karantina, Perjalanan Sapi Menuju Iduladha

Fashion show yang digelar pertama kali dan merupakan bagian dari promosi desa wisata di Eco Wisata Panenjoan itu hasil kemasan apik kolaborasi pengurus GAUL (Gerakan Aksi Untuk Lingkungan), Elemen Lingkungan (Elingan), TPS3R Desa Neglasari, dan didukung penuh oleh Kepala Desa Neglasari Asep Zaenal Malik Ibrahim.

WhatsApp Image 2025 08 23 at 19.19.06 jpeg
Peserta fashion show peragaan busana daur ulang sampah di kawasan Eco Wisata Panenjoan, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/8/2025)./visi.news/ist.

Peragaan daur ulang sampah ini mendapatkan dukungan pula dari Ingram, PLN Indonesia Power dan pihak lainnya yang peduli terhadap pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup juga turut hadir memberikan dukungan sebagai bentuk kepedulian mereka dalam pengelolaan sampah.

Sebagai wujud keseriusan mereka dalam mengelola sampah dengan mengusung tema mari wujudkan Indonesia bersih sampah,
sampah ditangani bukan di muluti, ‎gauli sampah dengan asyik, dan kelola sampah sampai tuntas.

Pelaksanaan fashion show itu tidak lepas dari peran Rini sebagai panitia yang juga pengurus GAUL. Rini mengungkapkan fashion show lomba peragaan busana daur ulang sampah ini bertujuan menyemarakkan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

“HUT Kemerdekaan Indonesia ke-80 ini tentunya juga menjadi momentum edukasi pelestarian lingkungan bagi masyarakat Desa Neglasari khususnya dalam pengelolaan sampah,” kata Rini.

Ia menyebutkan kegiatan fashion show lomba peragaan busana daur ulang sampah ini sebagai ajang silaturahmi dan bentuk penghargaan kepada warga masyarakat Desa Neglasari, khususnya bagi warga masyarakat yang telah mengelola sampah di rumahnya dengan metode 3R (Reduce Reuse Recycle).

“‎Fashion Show Lomba Peragaan Busana Daur Ulang Sampah ini terselenggara dari hasil kerjasama yaitu: Kepala Desa dan Pemerintahan Desa Neglasari sebagai pelindung kegiatan, Yayasan Elemen Lingkungan (Elingan) sebagai mentor peningkatan kapasitas dan akses kerja sama, PLN Indonesia Power dan Ingram sebagai mitra dalam pengelolaan sampah, dan Gerakan Asyik Untuk Lingkungan (GAUL) serta Pengurus TPST3R Bedas Asri Motah 9 sebagai pelaksana kegiatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Menaker: Pemerintah Siapkan Aturan Ketat Batasi Outsourcing
WhatsApp Image 2025 08 23 at 19.27.12 1 jpeg
Peserta fashion show peragaan busana daur ulang sampah di kawasan Eco Wisata Panenjoan, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/8/2025)./visi.news/ist.

‎Satu lagi sosok ‎Neng Rohmah sebagai Ketua Panitia yang juga Pengurus TPST3R Bedas Asri Motah 9 Neglasari. Neng Rohmah menyampaikan terkait persoalan dan pengelolaan sampah.

“‎Kita tahu bahwa umumnya Indonesia dan khususnya Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung sekarang ini berada pada status darurat sampah,” katanya.

Dimana kondisi Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti sudah tidak bisa lagi menampung sampah dari warga masyarakat se-Bandung Raya.

“Akibatnya banyak sampah yang tidak dikelola dan dibuang dengan sembarangan, timbulan-timbulan sampah tidak hanya terjadi dipemukiman dan pinggiran jalan, bahkan dari selokan sampai sungai Citarum pun tidak luput dari pembuangan sampah,” kata Rohmah.

‎Tentunya kita bertanya, kenapa Indonesia khususnya Bandung Raya berada pada status darurat sampah?

“Sebagai jawabannya mari kita introspeksi, ternyata sebagian besar masyarakat masih belum mengelola sampahnya dengan baik, masyarakat belum bisa melakukan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce/mengurangi, Reuse/menggunakan kembali dan Recycle/mendaur ulang),” tuturnya.

‎Jika kondisi darurat sampah ini tidak segera ditangani, kata Neng Rohmah, maka dampak yang terjadi adalah selain lingkungan menjadi kumuh, banjir dan penyakitpun akan selalu muncul.

‎Di Desa Neglasari, lanjutnya, semenjak TPST3R-nya dilengkapi dengan insenerator motah bantuan dari Kementerian PU Dirjen SDA BBWS Citarum, alhamdulillah sampah residu dari warga Desa Neglasari sudah tidak lagi dikirim ke TPPAS Sarimukti.

WhatsApp Image 2025 08 23 at 19.27.13 jpeg
Peserta fashion show peragaan busana daur ulang sampah di kawasan Eco Wisata Panenjoan, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/8/2025)./visi.news/ist.

“Kita bersyukur dengan kehadiran insenerator motah tersebut, TPST3R Desa Neglasari dapat mengelola sampah dengan tuntas,” ujarnya.

Baca Juga :  Di Balik Angka 19 Ribu Sapi Program MBG

Ia mengatakan keberhasilan dalam pengelolaan sampah tersebut mengantarkan TPST3R Desa Neglasari mewakili Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat bersama sebelas TPST3R lainnya yang mewakili kabupaten dan provinsi se-Indonesia masuk pada buku Profil IBM Ciptakarya Indonesia tahun 2024.

“‎Dalam momentum peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 ini, kami mengajak untuk mengelola sampah dengan baik yang dimulai dari diri sendiri, rumah sendiri dan lingkungannya sendiri,” katanya. @kos

Baca Berita Menarik Lainnya :